DATA MENDORONG PERUBAHAN: Pengenalan Indeks Gender SDG di Indonesia

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs, Sustainable Development Goals) yang berisi sejumlah
komitmen transformatif untuk mencapai kesetaraan gender serta memenuhi hak asasi perempuan dan
anak perempuan setelah sekian lama terabaikan di setiap negara karena kebijakan dan praktek yang
menganggap normal diskriminasi gender sehingga memperparah ketimpangan yang terjadi.
Meskipun SDGs begitu komprehensif, terdapat tantangan terkait data dalam mengukur dan memantauTujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs, Sustainable Development Goals) yang berisi sejumlah
komitmen transformatif untuk mencapai kesetaraan gender serta memenuhi hak asasi perempuan dan
anak perempuan setelah sekian lama terabaikan di setiap negara karena kebijakan dan praktek yang
menganggap normal diskriminasi gender sehingga memperparah ketimpangan yang terjadi.
Meskipun SDGs begitu komprehensif, terdapat tantangan terkait data dalam mengukur dan memantau
kemajuan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Saat ini terdapat permintaan yang begitu besar
terhadap data yang lebih banyak dan lebih baik tentang kesetaraan gender serta tentang kualitas
pembangunan maupun ‘kuantitasnya’. Pencapaian SDGs membutuhkan data dari berbagai sumber
yang lebih beragam dan dapat dipercaya, serta data yang dapat dikemas sedemikian rupa sehingga
dapat digunakan oleh para aktor yang lebih beragam. Data – terutama tentang realitas kehidupan
perempuan dan anak perempuan, tentang aspek mana yang berjalan sesuai harapan dan di mana kita
masih tertinggal di belakang – memiliki kekuatan untuk mendorong pertanggungjawaban pemerintah,
untuk mengungkapkan isu-isu tersembunyi serta untuk mengubah undang-undang, kebijakan dan
keputusan anggaran.
Equal Measures 2030 (EM2030) berupaya untuk mendorong tercapainya kesetaraan gender secara
global, yang didukung oleh data yang kuat – di dunia dimana setiap perempuan dan anak perempuan
dapat berperan dan diperhitungkan. Kemitraan unik ini, yang diprakarsai oleh masyarakat sipil dan
sektor swasta, menghubungkan data dan bukti dengan advokasi dan tindakan. Kami bertujuan untuk
memastikan bahwa gerakan perempuan dan anak perempuan, para aktivis dan pembuat keputusan
memiliki kelengkapan data yang mereka perlukan, ketika mereka membutuhkannya, dan dalam format
yang dapat mereka gunakan untuk mendorong kemajuan dalam kesetaraan gender.
EM2030 meyakini bahwa permasalahan ini sangatlah mendesak. Dan menurut survei terbaru kami
tentang advokasi kesetaraan gender, sembilan dari sepuluh (89 persen) responden setuju dengan kami
bahwa penerobosan dalam memajukan SDGs agar dapat membantu perempuan dan anak perempuan
yang paling tidak beruntung tidak akan mungkin terjadi tanpa adanya data yang relevan.9 Hampir
separuh (49 persen) dari para aktivis merasa bahwa kesetaraan gender tidak semakin membaik atau
memburuk, tetapi tetap statis selama lima tahun terakhir. Mereka yang berada di garis depan dalam
perjuangan untuk mencapai kesetaraan gender merasa khawatir tentang kemajuan yang stagnan ini,
dan meyakini bahwa masih terbentang jalan panjang yang harus dilalui sebelum kita melihat kemajuan
transformasional yang diperlukan untuk mencapai SDGs.
Pada tahun 2018, EM2030 memperkenalkan instrumen baru – Indeks Gender SDG – untuk memberi
gambaran tentang kemajuan yang dialami perempuan dan anak perempuan dan untuk mengukur

lebih lanjut……….

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *