PERTEMUAN FASILITATOR DALAM RANGKA PENGEMBANGAN METODE DIALOG WARGA PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN

  

Salah satu Indikator RPJMD tahun 2013-2018 adalah Rata-rata Usia Kawin Pertama Perempuan. Strategi yang digunakan adalah Program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Bukti seriusnya pemerintah Provinsi NTB terhadap PUP dengan dikeluarkannya Surat Edaran Gubernur, dimana usia ideal menikah laki-laki atau perempuan adalah 21 tahun. Pada tahun 2017 Rata-rata Usia Kawin Pertama Perempuan di NTB adalah 20,27, mudah-mudahan pada tahun 2018 ini dapat terus meningkat.

Pelatihan Keterampilan Remaja Pada Kelompok Dialog Warga Suka Makmur Desa Gerung

Strategi yang digunakan untuk mempercepat tercapainya angka PUP adalah Dialog Warga. Dialog Warga merupakan bentuk inovasi pendekatan kepada masyarakat secara langsung yang diharapkan dapat membantu meningkatkan usia perkawinan perempuan (Pendewasaan Usia Perkawinan). Kelompok Dialog Warga dibentuk oleh masyarakat yang terdiri dari tokoh-tokoh (Toga, Toma dan Tokoh Adat), ibu-ibu dan remaja.

Contoh kelompok kegiatan Dialog Warga yang berhasil adalah Kelompok Dialog Warga Suka Makmur Desa Gerung yaitu Pengembangan keterampilan remaja dan ibu-ibu seperti membuat kue, telur asin, membuat tas dari plastik bekas dan perbengkelan motor

Tujuan dari Dialog Warga untuk memberi ruang kepada seluruh elemen masyarakat agar dapat menyampaikan aspirasinya dan mengembangkan skill yang dimiliki. Kelompok Dialog Warga didampingi oleh Fasilitator dari lokasi setempat yang tugasnya mengarahkan kegiatan apa saja yang perlu dilakukan agar produktif dan menunda perkawinan usia dini. Pada tanggal 24 s/d 26 Juli 2018 telah dilaksanakan pertemuan Pengembangan Metode Dialog Warga dalam rangka evaluasi kinerja fasilitator. Berdasarkan arahan Kepala DP3AP2KB Provinsi NTB Drs. H. Imhal, fasilitator sebagai pendamping kelompok Dialog Warga harus bekerja keras agar target peningkatan usia perkawinan dapat tercapai, disamping itu juga desa-desa dialog warga yang belum menghasilkan Awiq-awiq harus selesai pada tahun 2019. Fasilitator harus lebih banyak berkolaborasi dengan mitra-mitra kerja seperti PKBI, ibu-ibu PKK, aparatur desa, kader pasyandu, dsb. agar apa yang dicita-citakan oleh kelompok Dialog warga ini terwujud; tidak ada lagi perkawinan anak, tidak ada lagi kekerasan terhadap perempuan dan anak dan terbentuk lingkungan ramah anak.

Salah satu hasil kesepakatan kelompok Dialog warga adalah Awiq-awiq perkawinan. Awiq-awiq perkawinan merupakan aturan lokal yang membatasi usia perkawinan.  Sebanyak 35 desa di seluruh kab/kota yang sudah membentuk Dialog Warga dan 12 Awiq-awiq. Untuk tahun 2019, seluruh desa dialog warga membentuk Awiq-awiq.

 

You may also like...

1 Response

  1. Siti berkata:

    Kegiatan Dialog Warga harus dikembangkan, ditambah desanya pada tahun 2019 mendatang agar Pendewasaan Usia Perkawinan dapat meningkat khususnya pada desa-desa yang kantong perkawinan dini masih tinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *