SOSIALISASI PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN DI KABUPATEN SUMBAWA DAN SUMBAWA BARAT

Sosialisasi PUP di pondok pesantren, Desa Batu Putih Kec. Taliwang, KSB dan Kelurahan Pekat Kec. Sumbawa Kab. Sumbawa

Pulau Sumbawa merupakan lokasi tahap ke-II Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) di Masyarakat setelah Pulau Lombok yang dilaksanakan pada Bulan Juli 2018 yang lalu. Muslimat Nahdatul Wathan merupakan salah  satu sasaran sosialisasi PUP, dimana banyak remaja santri/santriwati yang perlu diberi pemahaman mengenai pentingnya menikah di usia yang ideal dan dampak buruk terhadap pernikahan dibawah umur. Kegiatan dilakukan pada dua lokasi yaitu; Desa Batu Putih Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat dan Desa Pekat kecamatan Sumbawa Kabupaten Sumbawa.

Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini melebihi dari target yang ditetapkan, yang semestinya 50 orang setiap kabupaten menjadi 150 orang (meningkat 150%). Narasumber yang dihadirkan sebanyak 3 orang dan memiiliki kompetensi terhadap materi kesehatan reproduksi dan dampak sosial pernikahan dini (aspek mental, psikologi, ekonomi dan pendidikan).

Berdasarkan data BPS 2017, bahwa Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat sudah memenuhi target Usia Rata-rata Perkawinan Pertama Perempuan yaitu 21 tahun, akan tetapi perlu dilakukan antisipasi terhadap kasus perkawinan anak/dibawah umur.

Beberapa santriwati menanyakan masalah kesehatan pada organ reproduksi dan perceraian pada pasangan yang menikah  dini

“mengapa menikah muda dapat mengakibatkan mudan bercerai dan terkena kanker serviks?”

Organ reproduksi pada wanita di usia 10-19 tahun belum siap untuk melakukan pembuahan, kehamilan dan melahirkan, karena jaringannya belum kuat dan sempurna. Masa remaja seperti ini masih perlu 4-5 tahun agar organ reproduksinya siap dan sempurna untuk dapat melahirkan. Dan kenapa mudah bercerai? dari kesiapan mental, ekonomi dan sosial jauh dari kata ideal, dimana remaja umur 10-19 tahun masih labil dan baru tamat sekolah sehingga masih menganggur (belum bekerja/mapan), pasangan yang masih dibawah umur/usia anak kecendrungan bercerai 3 kali lebih besar dibanding usia 21 tahun (Plan Internasional, 2011).

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *