Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan di Desa Buwun Mas Lombok Barat dan Kelurahan Jempong Baru, Kota Mataram

Gb. 1. Narasumber pada Sosislisasi PUP di Kelurahan Jempong Baru Kecamatan Sekarbela Kota Mataram, dari kiri Diah Matofany, S. Psi (PLKB Dinas PP & KB Kota Mataram) dan Siti Muzakarah, SKM (Kasi Keluarga Sejahtera DP3AP2KB Prov. NTB)

Desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat merupakan desa yang angka perkawinan dininya (< 21 tahun) paling tinggi (61 orang dari 301 orang/20%) di wilayah Kecamatan Sekotong. Hingga saat ini angkanya belum turun, sehingga perlu dilakukan upaya-upaya pencegahan agar jumlahnya tidak meningkat terus dari tahun ke tahun. Salah satu upaya yang dilakukan adalah Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan dengan menekankan Aspek-aspek yang pelu dipersiapkan sebelum menikah serta dampak negatif menikah diusia dini terutama dampak kesehatan. Narasumber yang menyampaikan materi Pendewasaan Usia Perkawinan dan Dampak Perkawinan Dini adala Siti Muzakarah, SKM Kasi keluarga Sejahtera DP3AP2KB Prov NTB dan dihadiri juga oleh Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Baik Ayu Juita Mayasari, SE. Sosialisasi ini dihadiri oleh Toga, Toma, Todat, Kader Posyandu, PLKB dan aparat desa. Adapun aspek-aspek yang perlu dipersiapkan sebelum menikah a.l. Aspek Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi, Sosial, Mental, dan Psikologi. Dampak menikah diusia dini/belum cukup umur akan melahirkan anak Stunting (Pendek/kurang gizi), Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR), bayi prematur, keracunan saat kehamilan, kematian ibu dan bayi, tingginya angka perceraian, dsb. Upaya lain yang dilakukan selain sosialisasi PUP adalah sosialisasi mengenai GAMAK (Gerakan Anti Merariq Kodeq) yang  merupakan salah satu inovasi Kabupaten Lombok Barat dan sudah dijadikan Peraturan Bupati.

Usia rata-rata perkawinan pertama pada peremuan di Kabupaten Lombok Barat untuk tahun 2018 adalah 19,80 yang sebelumnya tahun 2017 sebanyak 20,10. Angka ini justru menurun yang seharusnya dapat meningkat dengan upaya-upaya yang sudah dilakukan. Masih tingginya angka perkawinan dini di kabupaten Lombok Barat ini menjadi tugas bersama pemerintah, LSM, pendidik/guru dan masyarakat itu sendiri.

Gb. 2. Foto bersama Tim Narasumber DP3AP2KB Provinsi NTB, DP3AP2KB Kabupaten Lombok Barat dan Peserta  Sosialisasi PUP di Desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong Timur Kabupaten Lombok Barat

Kelurahan Jempong Baru kecamatan Sekarbela Kota Mataram menjadi salah satu lokasi yang dijadikan tempat sosialisasi, karena kelurahan ini masih ada ditemukan kasus menikah dibawah umur. Untuk tahun 2019 di kelurahan jempong baru sebanyak 6 orang pasangan menikah pada umur <18 tahun. Untuk itu perlu upaya bersama pemerintah maupun LSM, pendidik/guru, kader, PLKB dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan upaya pencegahan agar tidak terjadi lagi perkawinan dini/perkawinan dibawah umur. Usia rata-rata perkawinan pertama pada perempuan di Kota Mataram 20,97 tahun, angka ini sudah mendekati 21 tahun yang menjadi target provinsi. Pencegahan kasus-kasus perkawinan dibawah umur harus tetap dilakukan agar tidak terjadi penurunan angka rata-rata tersebut. Sebab Kota mataram adalah penduduk yang sangat variatif dan banyak penduduk pendatang dari kab/kota, sehingga permasalahan yang timbul termasuk kasus perkawinan dini tidak dapat dihindari. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Mataram melalui PLKB terus melakukan sosialisai ke masyarakat baik dalam bentuk penyuluhan, pertemuan maupun pemutaran filem dampak Merariq Kodeq.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *