DP3AP2KB GELAR PENYULUHAN KIBA BAGI KADER KAB/KOTA

Gb. 1. Pembukaan kegiatan Penyuluhan Kesehatan Ibu, Bayi dan Anak Melalui Kelompok di Masyarakat oleh Kadis DP3AP2KB Provinsi NTB Ir. Andi Pramaria, M.Si dan penyampaian Laporan Panitia oleh Kabid PPKB, Bq. Ayu Juwita Mayasari, SE

Pada tanggal 2-4 Desember 2019, tepatnya hari Senin sampai dengan Rabu telah dilaksanakan Penyuluhan Kesehatan Ibu, Bayi dan Anak (KIBA) melalui Kelompok di Masyarakat di Hotel Grand Legi Mataram. Peserta Penyuluhan KIBA berasal dari 10 kab/kota dengan kriteria sbb; jumlah pesrta 40 orang, masing-masing kabupaten/kota sebanyak 4 orang yang terdiri dari 1 orang Pengelola Program KIBA Dinas DP3AKB kab/kota, 1 orang PLKB dan 2 orang Kader Posyandu. Kegiatan ini dibuka sekaligus menyampaikan materi Kebijakan Program KIBA oleh Kadis DP3AP2KB Provinsi NTB, Narasumber dari BKKBN tentang Pembangunan Keluarga, Narasumber ketiga dr. Yudhi Kurniawan, Sp.A RSUP NTB tentang Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak dan materi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) oleh Siti Muzakarah, SKM Kasi Keluarga Sejahtera DP3AP2KB Provinsi NTB.

Tujuan Penyuluhan KIBA ini adalah untuk meningkatkan kapasitas bagi PLKB dan khususnya Kader Posyandu mengenai Pola Asuh Bayi dan Anak yang baik, Cara Menangkal Kecanduan Gatget melalui Memahaman Era Milenial 4.0 dan 1000 Hari Pertama Kehidupan. Dengan meningkatnya pemahaman megenai materi tersebut diharapkan PLKB maupun Kader Posyandu dapat membantu merubah pola berfikir dan bertindak bagi ibu-ibu sasaran posyandu agar dapat mengasuh anaknya dengan baik dan benar sehingga tidak akan lagi ditemukan bayi  Kurang Gizi yang salah satunya adalah Stunting, tidak ditemukan lagi kematian pada bayi yang baru lahir kematian ibu melahirkan.

Ada beberapa pertanyaan dan usulan yang disampaikan oleh peserta diantaranya; cara menyimpan ASI yang aman, menghentikan kecanduan gadget pada remaja, penjelasan mengenai GEN (Generasi Emas NTB), cara mencegah Stunting setelah bayi lahir, dsb. Ada beberapa jawaban yang disampaikan cara menyimpan ASI yang aman adalah di freezer, membuat kesepakatan penggunaan gadget secara terjadwal atau tidak menarik perhatian anak untuk menggunakan gadget (tidak memakai HP dengan dihadapan anak), GEN adalah program unggulan atau inovasi daerah khusunya di Provinsi NTB yang dipromotori oleh Sekda Provinsi NTB pada tahun 2016 dan diketuai juga oleh Sekda, Sekretariat GEN ada di Bappeda Provinsi NTB, jumlah desa binaan sebanyak 100 desa yang sudah di SK kan oleh Gubernur NTB, terdapat Tim GEN yang berasal dari Bappeda, Dikes, DP3AP2KB, Dikpora, DPMPD dan Biro Kesra. Kegiatan GEN didukung oleh  Fasilitator GEN yang ditugaskan di Desa GEN dan direkrut dari tenaga bidan yang ada di desa/Bidan Desa, Sarjana Kesehatan Masyarakat, Perawat, dsb. Tujuan dari program GEN ini adalah untuk menekan Angka Kematian Ibu maupun bayi, mencegah Stunting atau gizi kurang maupun gizi buruk.

Gb. 2. Penyampaian Materi Kebijakan Program KIBA di Nusa Tenggara Barat oleh Kepala DP3AP2KB Provinsi NTB Ir. Andi Pramaria, M.Si

Penyuluhan KIBA merupakan bagian dari Program Promosi Kesehatan Ibu, Bayi dan Anak melalui Kegiatan Kelompok di Masyarakat  sebagai upaya peningkatan kesehatan ibu, bayi dan anak.  Materi Deteksi Tumbuh Kembang Anak sangat tepat disampaikan oleh dr. Yudhi Kurniawan, Sp.A, karena sangat erat kaitannya dengan tugas kader sebagai perpanjangan tangan pemerintah di tingkat bawah/akar rumput. Ada beberapa pertanyaan maupun sharing dari peserta mengenai materi yang disampaikan ini diantaranya; apakah ada makanan atau minuman pengganti ASI dan bolehkan bayi umur 1 tahun diberi madu atau propolis, dijawab bahwa tidak ada satupun makanan maupun minuman pengganti ASI, madu ataupun propolis tidak boleh diberikan pada bayi yang berumur kurang dari 1 tahun.

Untuk sesi terakhir kegiatan Penyuluhan KIBA adalah menyusun Rencana Tindak lanjut dari kegiatan Penyuluhan KIBA yang isinya antara lain; untuk tahun 2020 kegiatan KIBA akan dilaksanakan dalam bentuk Bimtek ke 7 kabupaten yang lokasi desanya masing-masing 3 desa per kabupaten dan sudah dipetakan berdasarkan 100 desa miskin, desa GEN dan desa PUP. Jumlah peserta dimasing-masing desa sebanyak 25 orang yang terdiri dari Kader Posyandu, PLKB, Petugas Kesehatan Puskesmas, PKK desa dan pengelola program Promosi KIBA kabupaten yang berasal dari DP3AKB.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *