CEGAH PERKAWINAN USIA ANAK, DP3AP2KB LIBATKAN TOGA, TOMA DAN TODAT

Kasus kekerasan anak di Provinsi Nusa Tenggara Barat masih marak terjadi baik di kabupaten/kota maupun sampai ke pelosok Kecamatan dan Desa, kekerasan pada anak ini bahkan pelakunya kebanyakan dari lingkungan keluarga itu sendiri ataupun dari lingkungan sekitar anak yaitu berada antara lain di dalam rumah sendiri, sekolah, lembaga pendidikan, dan lingkungan sosial anak. Terkait permasalahan diatas DP3AP2KB Provinsi NTB mengadakan kegiatan  Fasilitasi Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Tengah, khususnya di daerah Kabupaten Lombok Tengah, Kepala DP3AP2KB, Ir. Andi Pramaria, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa sampai di pertengahan bulan januari ini sudah masuk laporan kekerasan anak sebanyak 33 kasus kekerasan yaitu kekerasan seksual dan kekerasan fisik , dan harapan ke depan dengan di berikannya pemahaman kepada tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat ini mengenai bagaimana peranan dan cara menangani kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitar tempat tinggal dan  masyarakat, dapat meminimalisir kekerasan – kekerasan yang terjadi. Dalam Sambutannya  Kepala DP3AP2KB Provinsi NTB menyampaikan bahwa untuk meminimalisir kekerasan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat ini juga agar dapat berperan mencegah perkawinan usia anak dan meningkatkan usia perkawinan minimal kawin di usia 21 tahun.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *