PENDIDIKAN KETERAMPILAN BAGI REMAJA KELOMPOK DIALOG WARGA DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR DAN LOMBOK TENGAH

Gb. 1. Kiri; Kelompok Remaja Putri dan Ibu-ibu pada Kelompok Dialog Warga Desa Sengkerang Loteng praktik membuat anyaman Rotan

Pendidikan Keterampilan bagi Remaja dan Ibu-ibu Kelompok Dialog Warga di Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur dilaksanakan  pada tanggal 20-24 Januari 2020, bertempat di Aula Kantor Desa dan rumah Fasilitator Dialog Warga. Lokasi kegiatan ini dilaksanakan di Desa Sengkerang Loteng dan Pandanwangi Lotim, dimana kedua desa tersebut merupakan desa prioritas karena masuk dalam daftar 100 desa miskin dan pernikahan dininya masih tinggi, sehingga dijadikan Desa Model dan binaan oleh DP3AP2KB Provinsi NTB. Pembentukan Desa Model ini bertujuan untuk percepatan pembangunan desa, dimana program-program berbasis desa diprioritaskan ke desa model tersebut.

Pada kelompok Dialog Warga terdiri dari 30 orang anggota yang dibagi menjadi 3 kelompok kecil diantaranya; 10 orang kelompok tokoh (Toga, Toma, Todat), 10 orang kelompok remaja putra dan putri dan 10 orang kelompok ibu-ibu. Untuk kelompok tokoh bertugas membentuk Awiq-awiq perkawinan, sedangakan kelompok remaja dan ibu-ibu lebih diarahkan untuk meningkatkan ekonomi kreatif mandiri melalui pendidikan keterampilan. Adapun keterampilan yang diajarkan saat ini adalah pembuatan kerajinan rotan dan pembuatan abon ikan. Produk kerajinan rotan bervariasi diantaranya tas tali kulit, pas bunga, tempat buah, piring, dll. Untuk abon ikan dapat menggunakan ikan tongkol, ikan cakalang, ikan tenggiri dsb. Produk kerajinan rotan dapat dipasarkan di lokasi pariwisata dan untuk abon ikan dapat dijual di pasar maupun kios-kios makanan terdekat.

Setelah pendidikan keterampilan ini, diharapkan remaja-remaja putri dan ibu-ibu dalam kelompok Dialog Warga ini mampu membuat kerajinan tangan berbahan rotan dan membuat abon ikan secara mandiri, kemudian menularkan ilmunya kepada remaja-remaja putri dan ibu-ibu lainnya agar memiliki keterampilan yang sama. Sehingga kedepannya di desa Pandanwangi dan Sengkerang tersedia kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan meningkatkan ekonominya sendiri dengan membuat kerajinan tangan dan dapat dijual dipasaran. Hal-hal kecil ini kelihatan sepele, tetapi pada kenyataannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat desa yang tidak memiliki modal keterampilan untuk mengisi hari-hari yang kosong karena sulitnya lapangan pekerjaan.

Kami dari DP3AP2KB Provinsi NTB khususnya Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana menyampaikan kepada DP3AKB kabupaten dan kepala desa setempat agar program ini didukung dan berlanjut terus menerus agar tetap berkembang, sehingga pada akhirnya tujuan menekan angka perkawinan dini dapat tercapai melalui kegiatan positif untuk mengisi hari-hari para remaja agar menunda pernikahannya. Untuk saat ini ini posisi usia rata-rata perkawinan pertama perempuan di NTB 20,23 tahun, sementara targetnya 21 tahun, sehingga harus mengejar 0,27 tahun sampai dengan tahun 2023.

Tim Provinsi dan Kab. Lotim Desa Pandanwangi menunjukkan hasil Praktik Kelompok Dialog Warga Remaja Putri pembuatan anyaman Rotan dan Abon Ikan

Demikian ulasan ini disampaikan, semoga bermanfaat dan jika ada masukan yang positif akan kami terima dan tidak lupa diucapkan terima kasih.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *