SOSIALISASI UPAYA PERLINDUNGAN ANAK DI SEKOLAH SMAN 1 DOMPU

Kegiatan sosialisasi upaya perlindungan anak di sekolah SMAN 1 Dompu.  Yang di hadiri oleh Kepala DP3AP2KB PROV. NTB, Dalam kegiatan ini Kepala DP3AP2KB PROV. NTB menyampaikan pada pembukaannya Kepala DP3AP2KB PROV. NTB menyampaikan bahwa siswa – siswi SMAN 1 Dompu ini adalah siswa – siswi yang berprestasi dalam mengikuti olimpiade-olimpiade sekolah baik di tingkat provinsi maupun di tingkat nasional. Oleh karena itu di harapkan semua siswa – siswi SMAN 1 Dompu melanjutkan dan terus di tingkatkan prestasi yang sudah di dapat karena prestasi itu adalah merupakan suatu kebanggaan dan penghargaan untuk keluarga dan masyarakat pada umumnya. Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah : bagaimana semua siswa, peserta didik dan semua guru menjadi aman, sehat, cerdas dan sejahtera. harapan Kepala DP3AP2KB PROV. NTB adalah siswa – siswi SMAN 1 Dompu untuk terus giat belajar agar tercapai cita – cita yang di inginkan, dan juga perlu membuat kerja kelompok untuk mempercepat membagi ilmu dan pengetahuan.

Narasumber Najwah Naeli, S.Psi, Psikolog yang merupakan Psikolog DP3A  Kabupaten Dompu menyampaikan bahwa remaja yang rentan pada tindakan bunuh diri dapat di identifikasi, misalnya penyebab prilaku bunuh diri itu dapat di katagorikan sebagai berikut :

  1. Faktor Genetik
  2. Faktor kepribadian
  3. Faktor psikologis
  4. Faktor ekonomi
  5. Faktor gangguan mental

Untuk mencegah bunuh diri ini pada remaja di butuhkan upaya – upaya :

  1. Pencegahan primer (mencegah sebelum ada niat orang melakukan bunuh diri dengan pertimbangan faktor risiko)
  2. Pencegahan sekunder (deteksi dini dan terapi pada orang percobaan bunuh diri)
  3. Pencegahan tersier adalah tindakan untuk mencegah berulangnya percobaan bunuh diri.

Sedangkan perwakilan dari Lembaga Perlindungan Anak ( LPA ) yang di wakili oleh bapak Zaelani yang juga merupakan fasilitator Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat (PATBM) menjelaskan bahwa negara kita sangat melindungi kehidupan anak.

Perlindungan Anak ini tertuang dalam Undang – Undang no 35 tahun 2014 perubahan atas Undang – Undang no 23 tahun 2002 dimana anak di lindungi mulai dari kasus – kasus yang berhadapan dengan Hukum hingga pencegahan eksploitasi dan kekerasan lainnya.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *