SOSIALISASI PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR

Pada tanggal 15 April 2019 Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi NTB menyelenggaran Sosialisasi PUP di Bumi Perkemahan Desa Timbanuh Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur. Sasaran sosialisasi adalah siswa siswi SMP, SMA, LSM, Kelompok Pemuda yang ada di Kabupaten Lombok Timur. Narasumber dari DP3AP2KB Provinsi NTB dalam hal ini Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Siti Muzakarah, SKM Kasi Keluarga Sejahtera), Dispora dan DP3AKB Kabupaten Lombok Timur.

Narasumber menyampaikan topik yang berbeda tetapi mendukung sosialisasi PUP. Siti Muzakarah menyampaikan Upaya dan Strategi tercapainya Pendewasaan Usia Perkawinan di NTB, Dispora Kabupaten Lombok Tengah mengenai peran pemuda dalam pembangunan daerah khususnya di Kabupaten Lombok Timur dan DP3AKB menyampaikan mengenai Upaya Pendewasaan Usia Perkawinan di kabupaten Lombok Timur. Adapun hal yang paling ditekankan adalah agar siswa siswi yang saat ini dibangku sekolah untuk fokus mengejar mimpi dan cita-cita tercapai, melanjutkan ke bangku kuliah jika sudah tamat SMA sehingga secara tidak langsung perkawinan dini dapat dicegah. Jika tidak dapat melanjutkan ke bangku kuliah dapat dengan menambah ilmu melalui kursus keterampilan agar memiliki modal bekerja atau berwiraswasta, dengan harapan disaat umur sudah siap menikah secara ekonomipun siap menopang kebutuhan keluarga.

Penyampaian Materi oleh Kasi. Keluarga Sejahtera Bidang PPKB, DP3AP2KB Provinsi NTB

Pendewasaan Usia Perkawinan adalah upaya untuk meningkatkan usia perkawinan pertama dimana usia ideal menikan laki-laki maupun perempuan pada usia 21 tahun. Tujuan utama PUP adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman serta kesadaran kepada remaja agar dalam merencanakan keluarga dapat mempertimbangkan berbagai aspek baik yang berkaitan dengan usia 21 tahun bagi laki-laki maupun perempuan juga berkaitan dengan aspek fisik, mental, emosional, pendidikan, sosial, ekonomi serta menentukan jumlah dan jarak kelahiran.

Indikator PUP adalah rata-rata usia kawin pertama perempuan 21 tahun masuk dalam RPJMD tahun 2014-2018 dan sampai sekarang 2019-2023. Peningkatan usia perkawinan ini dijadikan isu strategis karena sangat mempengaruhi tingkat kesehatan ibu, bayi dan anak. Isu Stunting juga menjadi faktor ditingkatkannya usia kawin pertama perempuan, hasil penelitian BKKBN Pusat bahwa perempuan yang menikan pada usia kurang dari 21 tahun kemungkinan 39% melahirkan anak stunting. Perempuan hamil yang berusia dibawah 21 tahun daya serap terhadap asupan makanan ke dalam tubuhnya lebih dominan dibanding janin yang dikandungnya, sehingga janinnya tidak berkembang dengan optimal/kurang gizi yang salah satunya adalah kependekan (stunting).

Kegiatan sosialisasi PUP rutin dilaksanakan oleh Dispora Provinsi NTB untuk mendukung Isu Strategis Pemprov dari sisi pemudanya, agar para pemuda di NTB dapat menunda perkawinan sampai usia ideal dan mengejar cita-citanya melalui meningkatkan usia rata-rata sekolah. Harapan akhirnya agar IPM di NTB dapat naik peringkat, karena indikator meningkatkan IPM yang paling berpengaruh adalah rata-rata usia sekolah dan derajat kesehatan masyarakat.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *