RAPAT KOORDINASI PELAKSANAAN MODEL PEMBANGUNAN KETAHANAN KELUARGA

Mataram, 22-07-2019_Dalam   rangka   mendorong   pelaksanaan   urusan   kualitas   keluarga  sebagaimana   amanat UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Kementerian Pemberdayaan Perempuan  dan  Perlindungan  Anak  Republik  Indonesia melalui  Deputi  Bidang  Kesetaraan Gender  akan mengembangkan  Model  Pelaksanaan  Pembangunan  Ketahanan  Keluarga  di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan ini melibatkan 2 (dua) kabupaten/kota, masing-masing 1 (satu) kecamatan dan  2  (dua)  desa/kelurahan.secara konseptual, Ketahanan Keluarga adalah kondisi dinamika suatu keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta mengandung kemampuan fisik, materil dan psikis mental-spiritual guna hidup mandiri dan mengembangkan diri dan keluarganya untuk hidup harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan lahir maupun kebahagiaan batin. Sedangkan secara operasional, keluarga berketahanan adalah keluarga yang dapat melaksanakan 8 fungsi keluarga, yakni : (1) Fungsi Keagamaan, (2) Fungsi Sosial Budaya, (3) Fungsi Cinta Kasih, (4) Fungsi Melindungi, (5) Fungsi Reproduksi, (6) Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan, (7) Fungsi ekonomi, (8) Fungsi Pembinaan Lingkungan. Keluarga itu sendiri didefinisikan sebagai unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri, istri dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya.
Ketahanan keluarga hanya dapat tercipta apabila keluarga yang bersangkutan dapat melaksanakan 8 fungsi keluarga secara serasi, selaras dan seimbang. Sebuah keluarga tidak akan pernah mencapai tahapan sejahtera apabila fungsi-fungsi keluarga tersebut berjalan secara timpang atau beberapa fungsi tidak dapat dilaksanakan meskipun fungsi lainnya mampu berjalan secara mantap. Sebuah contoh kecil, keluarga yang kaya secara materi yang dalam hal ini fungsi ekonomi keluarga dapat dilaksanakan secara optimal, tidak akan berarti apa-apa untuk mencapai keluarga yang bahagia dan sejahtera bila dalam keluarga tersebut tidak ada rasa kasih sayang dan perlindungan. Karena dalam keluarga yang demikian itu hubungan suami isteri akan terasa gersang, dan anak-anak tidak merasa nyaman tinggal di rumah.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *