PEMDA NTB SEGERA REALISASIKAN SHELTER PEREMPUAN DAN ANAK KORBAN KEKERASAN DI PULAU SUMBAWA

Pemda NTB bekerjasama dengan Pemda Kabupaten/Kota segera merealisasikan shelter (rumah perlindungan/rumah aman) bagi perempuan dan anak korban tindak kekerasan di Pulau Sumbawa.

Direncanakan ada dua shelter masing-masing di Kabupaten Sumbawa yang bisa dimanfaatkan oleh KSB, dan di Kabupaten Bima yang juga akan digunakan untuk korban kekerasan dari Kota Bima dan Dompu.

Kepala DP3AP2KB NTB, Dra Hj Putu Selly Andayani M.Si, menegaskan kembali pentingnya shelter untuk memberikan layanan rehabilitasi secara cepat, aman, nyaman dan tanpa tekanan terhadap perempuan dan anak korban kekerasan di Pulau Sumbawa yang cukup mengkhawatirkan.

Karena itu, Tim DP3AP2KB NTB, minggu lalu telah melakukan peninjauan di dua lokasi rencana untuk shelter, dan mendapat respon positif dari pemda kabupaten/kota dalam bentuk kesiapan menyediakan bangunan/gedung dan sarana lainnya.

Ke depannya, penanganan korban dilakukan secara komprehensif, berkelanjutan dan tuntas sehingga bisa memutuskan rantai permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, dapat dilakukan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).

Adapun data korban kekerasan pada perempuan dan anak di NTB pada Januari sampai Mei 2020 sebanyak 280 kasus. Kabupaten Bima 34 kasus, Kota Bima 26 kasus, Dompu 32 kasus, Sumbawa 40 Kasus, Kabupaten Sumbawa Barat 1 kasus, Lombok Timur 62 kasus, Lombok Tengah 8 Kasus, Lombok Barat 26 Kasus, Kabupaten Lombok Utara 47 kasus, Kota Mataram 4 kasus.

#berjarak
#stopkekerasanperempuandananak!
#ntbgemilang

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *