NTB akan Bentuk Satgas Penanganan Covid-19 Khusus Anak

Mataram (Global FM Lombok) – Kasus Covid-19 di NTB khusus anak disebut menjadi salah satu daerah yang paling tinggi se Indonesia setelah Jawa Timur. Di mana, berdasarkan data terakhir jumlah kasus anak yang terpapar Covid-19 di NTB mencapai lebih dari 80 orang.

Dengan kondisi ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB akan membetuk Satgas Penanganan Covid-19 khusus anak.

Kepala DP3AP2KB NTB, Hj. Putu Selly Andayani kepada Global FM Lombok Rabu (3/6) di Mataram mengatakan, meningkatnya kasus anak – anak yang terpapar Covid-19 ini karena belum maksimalnya penggunaan masker pada anak. Selain itu, penanganan Covid-19 yang selama ini digencarkan lebih mengarah ke orang – orang dewasa, padahal anak juga sangat rentan terpapar virus.

Pembetukan Satgas ini nantinya akan diajukan kepada Gubernur NTB untuk mendapatkan persetujuan. Sehingga dengan adanya Satgas khusus anak – anak, maka penanganan yang diberikan bisa lebih maksimal dan fokus.

“Kita sudah bersinergi dengan organisasi wanita ya. Dan itu terus kita lakukan. Dan sekarang ada data terbaru bahwa NTB ini untuk anak – anak salah satu yang tertinggi se Indonesia.Kami dari Dinas ingin membuat satgas Covid. Nanti dengan SK Gubernur. Selama ini yang banyak diperhatikan orang dewasa tidak memperhatikan anak – anak dan banyak yang terpapar,”katanya.

Nantinya lanjut Selly, tugas dari Satgas Covid-19 khusus anak ini akan memberikan edukasi kepada masyarakat terutama anak – anak tentang pentingnya menggunakan masker. Kawasan yang akan disasar untuk pembagian masker yaitu di pasar tradisional.

“Satgas ini khusus menangani anak – anak. Mengedukasi misalnya di pasar, tempat yang lain yang banyak anak. ,”ujarnya

Untuk saat ini lanjut Selly, banyak ditemukan orang tua tidak menggunakan anaknya masker ketika keluar rumah. Hal ini menjadi salah satu pemicu tingginya angka kasus Covid-19 khusus anak di NTB.

“Orang tuanya pakai masker tapi anaknya tidak. Padahal kekelaban imun yang dimiliki anak – anak cukup tinggi.

Keberadaan satgas penanganan Covid-19 khusus anak ini juga bisa lakukan oleh kabupaten – kota. Sehingga jumlah Covid 19 di masing – masing kabupaten bisa menurun drastis.(azm)

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *