Kurangi Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Perempuan diharapkan menghindari Nikah Siri

Kepala Dinas DP3AP2KB Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M.Si. memimpin Monev Ketahanan Keluarga di Desa Pandanwangi, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur.

“Jangan mau hanya dinikah secara siri, harus punya akte nikah, secara hukum punya legalitas”. Ujar Bunda Selly memberi pencerahan warga desa Pandanwangi Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Karena posisi perempuan sangat lemah jika tidak mempunyai legalitas pernikahan.

Pada kesempatan tersebut Bunda Selly juga memotivasi kepada warga desa tetap optimis dalam mewujudkan Ketahanan Keluarga dimasa pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Senada dengan Bunda Selly, Kabid Pemenuhan Hak Perempuan Hj. Erny Suryani, S.Sos, MM menegaskan kekompakan antar bidang di DP3AP2KB mengawal program program Ketahanan Keluarga di Desa Pandanwangi.

“Melalui Ketahanan Keluarga kita tingkatkan keluarga yg berkualitas” ujarnya.

Semenara itu Dini Hariyati, S.Sos., SKM dari TP PKK Provinsi NTB menekankan pentingnya menerapkan 5 poin Ketahanan Keluarga, yaitu: pertama landasan legalitas, keutuhan keluarga (legalitas perkawinan, kelahiran dan kemitraan suami istri); kedua ketahanan fisik (kecukupan pangan, gizi, kesehatan dan tempat tidur); ketiga ketahanan ekonomi (pendapatan, pembiayaan, pendidikan dan tempat tinggal); keempat ketahanan sosio-psikologi (sikap anti kekerasan, ketaatan, hukum); dan kelima ketahanan sosial budaya (partisipasi keikutsertaan dalam keagamaan, bermasyarakat, dan pemahamanan penggunaan media sosial).

Bu Dini secara khusus menitipkan pesan kepada Kades Pandanwangi untuk mendukung dalam mewujudkan Ketahanan Keluarga.

Untuk mendukung ketahanan keluarga, tidak ketinggalan OPD terkait di Kabpaten Lombok Timur melalui Ibu Fakiyah, S.St. Kabid PP DP3AKB Kabupaten Lombok Timur menyampaikan optimisnya utk memenuhi target, dengan dilakukan pencanangan 3 juta akseptor KB pada peringatan Harganas besok tanggal 29 Juni 2020.

Kabid. PP KB DP3AP2KB Provinsi NTB, Bq. Ayu Juita Mayasari, SE juga memberi masukan kepada Kepala Desa Pandanwangi dengan mengevaluasi pelaksanaan Perdes Perlindungan Anak yang di inisiasi oleh LSM Santai yang ternyata masih belum disahkan karena menunggu uji publik.

Pak Kades Pandanwangi Maskandar menanggapi bahwa beliau tidak mau terburu-buru implementasi Perdes, harus ada proses sosialisasi supaya tidak menimbulkan penolakan.

Sedangkan program PATBM menurut aktivis Bapak Zahidun Ahmad member penjelasan , dimana kegiatan sudah berjalan sejak 2017 atas fasilitasi LSM Santai dan didukung oleh desa dengan dana 25 juta dari dana desa.

Dari pihak desa, banyak yang mempertanyakan data penerima JPS Gemilang yang tidak tepat sasaran, oleh karena itu diminta koordinasi pihak terkait untuk memperbaiki data tersebut sehingga bisa tepat sasaran.
Kegiatan Monev Ketahanan Keluarga di Desa Pandanwangi diikuti sekitar 40 orang dari provinsi, kabupaten, kecamatan dan desa. (ddt.dp3ap2kb)

#dp3ap2kbntb
#ntbamandanberkah
#kotalayakanak
#ntbgemilang

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *