Standarisasi Day Care Ramah Anak wujudkan Pengasuhan Anak yang Berkualitas

Mataram (22/07/2020)—44,29% perempuan usia 14-49 tahun bekerja, angka tersebut menurun menjadi 41,78% saat perempuan punya anak lebih dari 2 orang, penurunan signifikan 19% saat menikah dan punya balita (SDKI, 2017). Data tersebut menunjukkan usia anak menjadi faktor penentu penurunan angka pekerja perempuan, hal ini dipengaruhi oleh ekspektasi masyarakat terhadap perempuan untuk merawat anaknya.

Kemenpen PPPA konsen terhadap masalah pengasuhan alaternatif yang menjadi salah satu amanah Konvensi Hak Anak pada cluster 2 yaitu Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif. Sebagai rangkaian peringatan Hari Anak Nasional tahun 2020 yang mengambil tema “Anak Terlindungi Indonesia Maju”, diadakan Vidcom Standarisasi Day Care Ramah Anak. Pada pemaparannya, Rohida Kurniati narasumber dari Kementerian PPPA mengungkapkan tentang 4 prinsip Konvensi Hak Anak yaitu Non diskrimasi, Kepentingan terbaik bagi anak, Hidup tumbung dan berkembang, dan Partisipasi/suara anak.

“Pada masa-masa tumbuh kembang anak, peran keluarga begitu penting”, oleh karena itu saat anak harus mendapatkan perhatian yang cukup”, ungkap Rohika Kurniadi.

‘‘Lalu dimana anak mendapat pengasuhan yang baik, tentu terbaik ada di tengah-tengah keluarga, tapi pada kondisi tertentu anak mungkin hanya mendapatkan pengasuhan alternatif”, lanjut Rohika.
Lembaga pengasuhan alternatif bisa jangka panjang/permanen atau sementara, yang permanen biasanya anak tinggal dipanti atau diadopsi, sedangkan yang sementara bisa berada di lembaga yang berhubungan dengan anak misal: PAUD, Day Care, sekolah, pesantren, dll.
Jika dalam sehari ada 24 jam, 8 jam anak berada di sekolah, 8 jam di rumah dan 8 jam lagi mereka berada di luar sekolah dan luar rumah (baca pengasuhan alternatif), disini memerlukan peran banyak.

“Secara khusus presiden Jokowi memberi arahan kepada Menteri PPPA saat menerima Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) di Istana Bogor tanggal 26 April 2019”, terang Rohika. Presiden menginstruksikan adanya tempat penitipan anak bagi anak-anak buruh.
Sejalan dengan arahan presiden tersebut telah tertuang dalam arah dan kebijakan Kementerian PPPA, yaitu meningkatkan akses pelayanan yang berkualitas bagi semua anak untuk mengoptimalkan tumbuh kembang dan kelangsungan hidup.

Pada poin ke-4 dijelaskan adanya standarisasi lembaga penyedia layanan dan sertifikasi SDM pemberi layanan termasuk layanan pengasuhan anak pada day care/tempat penitipan anak.

Saat ibu bekerja anak-anak sementara terpisah dari mereka, untuk itu diperlukan layanan day care di tempat kerja/perusahaan. Sebagai upaya peningkatan kualitas pengasuhan bagi anak perlu day care ramah anak.

Kebijakan Kementerian PPPA, minimal ada 1 day care ramah anak terstandarisasi di provinsi dan kab/kota, unit layanan pengasuhan disediakan oleh perusahaan sinergi dengan Dinas PPPA sebagai dinas teknis pelaksana urusan pemenuhan hak anak. Kebutuhan day care ramah anak demi kepentingan terbaik anak sesuai dengan prinsip Konvensi Hak Anak.

Kementerian PPPA menetapkan standarisasi day care rahmah anak Taman Asuh Gembira (TARA), ada 5 komponen meliputi: Penyenggaraan/kelembagaan, Program dan layanan kegiatan, Sumberdaya, Protokol penanganan resiko bencana dan Kenormalan baru serta Pemantauan, evaluasi, pelaporan dan pembelajaran.

Untuk mengevaluasi hasil kegiatan dirumuskan peringkat penilaian yang terdiri dari 5 strata Taman Ramah Anak (Tara) yaitu: Pratama, Madya, Nindya, Utama dan Tara Ramah Anak.

Dengan adanya Standarisasi Day Care, maka terjadi perbedaan, dimana sebelumnya pengasuhan anak belum optimal maka sesudahnya diharapkan pengasuhan optimal sehingga pekerja lebih produktif.

Upaya Kementerian PPPA untuk mewujudkan Day Care yang standar pada tahun 2020 ini dilakukan pemetaan terhadap standar 5 untuk 3 Provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur. Upaya lain yaitu menyusun pedoman monev day care serta membuat model day care ramah anak bersama Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI).(ddt.dp3ap2kb)

#dp3ap2kbntb
#ntbamandanberkah
#kabkotalayakanak
#ntbgemilang

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *