Berita,  Bidang Perlindungan Hak Perempuan,  DP3AP2KB NTB,  Pengumuman

“Pemetaan Permasalahan Pemberdayaan Perempuan di Desa Kute”

KEK Mandalika merupakan salah satu dari sepuluh destinasi prioritas Nasional sehingga menjadi perhatian baik bagi pemerintah pusat maupun Provinsi NTB. Dengan dikembangkannya KEK Mandalika sebagai prioritas nasional diharapkan dapat mendongkrak angka kunjungan wisatawan mancanegara sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat disekitar Mandalika pada khususnya dan masyarakat NTB pada umumnya.
Sebagaimana kita ketahui bahwa di KEK Mandalika akan diselenggarakan event bertaraf internasional pada tahun 2021 yaitu MotoGP., yang saat ini sedang dilaksanakan pembangunan Sirkuit MotoGP.

Namun ditengah persiapan pelaksanaan MotoGP Mandalika Tahun 2021 ini, kita juga dihadapkan oleh permasalahan yang muncul di tengah masyarakat lingkar kawasan KEK Mandalika seperti pekerja anak (eksploitasi anak), perkawinan/pernikahan anak dan masalah lainnya yang berdampak pada anak.

Sehubungan dengan itu Kepala Bidang Kesetaraan Gender Kualitas Keluarga dan Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan DP3AP2KB Prov. NTB melakukan pemetaan permasalahan pemberdayaan perempuan terkait dengan perlindungan anak.
Permasalahan eksploitasi anak dan perkawinan anak dibenarkan juga oleh Sekdes Kute pada saat diskusi tentang Perlindungan anak hari Kamis, 13/8 di ruang Aula Kantor Desa Kute dengan DP3AP2KB Provinsi NTB.

Menurut Sekdes Kute untuk menekan pernasalahan di desa Kute pemerintah desa telah melakukan pemberdayaan perempuan melalui kegiatan pelatihan manajemen usaha bagi perempuan dan pembentukan peraturan desa tentang perlindungan anak bekerjasama dengan Gagas. Terkait dengan manajemen usaha bagi perempuan, telah terbentuk berbagai kelompok usaha seperti rumput laut, abon dll. Namun masih terdapat permasalahan klasik yang dihadapi yaitu keterbatasan modal usaha, peralatan serta masalah pemasaran. Sedangkan permasalahan anak adalah masih terdapatnya anak-anak yang berjualan di pantai Mandalika baik sebagai pedagang asongan asesoris maupun menjual jasa sebagai fotographer menggunakan HP.

Disamping itu, di Desa Kute pada tahun 2019 telah dilakukan pendataan ketahanan keluarga yang ditindaklanjuti dengan penyusunan Rencana Aksi Daerah. Terkait dengan legalitas penduduk sebagai tindak lanjut dari RAD, maka pada bulan September 2020 akan dilakukan kegiatan terkait dokumen Adminduk oleh Dinas Dukcapil Kab. Loteng, sedangkan isbat nikah direncanakan dilaksanakan pada Tahun 2021 dan sekarang sedang dalam tahapan pendataan.

Dalam upaya penyelesaian permasalahan di Desa Kute, kedepan diharapkan ada integrasi dan sinergi program dan kegiatan antara provinsi dan kabupaten/kota dalam meningkatkan ketahanan keluarga dan pemberdayaan ekonomi perempuan sehingga dapat meningkatkan pemberdayaan perempuan, menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak serta menurunkan angka perkawinan anak. (nng&ern)

#dp3ap2kbntb
#ntbamandanberkah
#kabkotalayakanak
#ntbgemilang

Berbagi Kebaikan Melalui SOSMED

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *