Berita,  DP3AP2KB NTB,  Pengumuman,  Sekretariat

PLAN International siap kembangkan program Perlindungan Anak di Kawasan Mandalika

Mataram (14/08/2020) – Mitra strategis Dinas P3AP2KB Provinsi Nusa Tenggara Barat, PLAN International bersedia kembangkan program Perlindungan Anak di Kawasan Mandalika

Rencana tersebut terungkap saat PLAN Internatonal mengadakan audensi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Pak Budi dari PLAN Internasional menjelaskan tentang kegiatan yang dilakukan oleh NGO tersebut dihadapan Bunda Dede.

“Saat ini PLAN Internasional sedang melakukan penyesuaian program sesuai dengan isu terkini seperti gender equality,” ucap Budi.

Menurut Budi, akar permasalahannya tidak sekedar kemiskinan tapi juga pengetahuan, kesehatan reproduksi dan pemberdayaan ekonomi perempuan. Pemberdayaaan perempuan yang masih minim disinyalir manjadi biang keladi budaya kawin muda di tengah masyarakat. Untuk mengubah budaya tersebut diperlukan upaya yang cukup serius, diperlukan pendampingan dari lembaga seperti PLAN internasional agar mereka mempunyai masa depan dan pilihan-pilihan hidup yang lebih baik.

“Biarkan mereka tumbuh berkembang dan mempunyai mimpi-mimpi indah seperti seperti Ibu Sri Mulyani, “ lanjut perwakilan PLAN Internasional wilayah NTB tersebut.

Menanggapi pernyataan perwakilan PLAN Internasional tersebut, Plh. Kepala Dinas P3AP2KB, Ir. Dede Suhartini,M.Si. sangat setuju berkolaborasi untuk membuat model program perlindungan anak di Kawasan Wisata Mandalika, dimana banyak terdapat pekerja anak.

“Masalah pekerja anak dan pemberdayaan ekonomi perempuan juga menjadi atensi Ibu Wakil Gubernur untuk dituntaskan, karena mereka mempunyai masa depan seperti teman-temannya yang lain,” timpal Bunda Dede.
Namun demikian menurut Bunda Dede, kewenangan anak usia SD dan SMP ada di kabupaten/kota, untuk itu penting berkoordinasi dengan stakeholder terkait.

“Kita deklarasikan dulu stop pekerja anak, kita mulai keroyok dengan instansi lain seperti Dinsos, Dikbud serta desa/kelurahan,” lanjut Bunda Dede.

Diusulkan juga membuat model penanganan di Kawasan Mandalika, misal sekolah ramah anak, saling berbagi peran PLAN dan Dinas/Instansi saling mengisi. Selain itu juga dapat melibatkan LSM lain seperti Gagas, SAVE Children dan lainnya. Koordinasi dengan Bappeda sangat , diperlukan untuk menyusun Road Map.

Plan sendiri menurut Budi siap mendukung modul dan fasiitator karena mereka telah melatih petugas KPAD menjadi fasilitator, disamping itu juga ada pelatihan untuk life skill seperti membuat usaha abon dari jambu mete, sirup yang sampai di ekport ke Belanda.

PLAN Internasional bertekat fight menjadikan Lombok sebagai piloting sehingga bisa dilirik oleh negara lain atau negara kita sendiri, di tingkat Kementerian sedang disusun strategi nasional penghapusan pernikahan usia anak, tapi pedoman teknisnya belum ada. Budi bertekat menjadikan NTB sebagai daerah pertama yang akan mengimplementasikan strategi nasional tersebut.

#dp3ap2kbntb
#planinternasional
#ntbamandanberkah
#kabkotalayakanak
#ntbgemilang

Berbagi Kebaikan Melalui SOSMED

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *