SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PERLINDUNGAN ANAK PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA PROVINSI NTB.   JADILAH PELOPOR YANG MEMUTUS MATA RANTAI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK SEKARANG JUGA
Berita,  Bidang Pengendalian Penduduk & Keluarga Berencana,  DP3AP2KB NTB,  Pengumuman

Pemahaman Masyarakat Tentang Pendewasaan Usia Perkawinan Dikampanyekan

Lombok tengah, (24/08/2020) – Pamahaman masyarakat tentang batas usia nikah masih minim, upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terus dilakukan melalui berbagai cara. Salah satunya adalah dengan sosialiasi langsung kepada masyarakat seperti yang dilakukan oleh Kementerian PPPA di Desa Kawo, Kecamatan Pujut Lombok Tengah. Kementerian PPPA bekerja sama dengan DPR R.I. dan Dinas P3AP2KB Provinsi Nusa Tenggara Barat terjun langsung ke masyarakat, mendidik masyarakat akan pentingnya merencanakan hidup yang dimulai sejak pasangan tersebut melangsungkan pernikahan. Mereka juga menyerahkan bantuan spesifik kepada Perempuan dan Anak di desa tersebut.

“Kampanye untuk memberi pemahaman kepada masyarakat harus terus dilakukan secara gencar di sosialisasikan, saya berharap anak-anak muda kita menjadi motor penggerak pencegahan kawin muda dikalangan masyarakat , “ujar Ir. Dede Suhartini, M.Si Plh. Kepala DP3AP2KB NTB saat membuka acara tersebut.

“Karang Taruna di desa harus mengambil peran secara aktif dalam upaya Pencegahan Perkawinan Usia anak dengan menjadi pelopor dan pelapor untuk anak-anak kita,” lanjut Bunda Dede.
Dijelaskan Bunda Dede bahwa ada 5 Strategi untuk mencegah perkawinan usia muda, yaitu:
1. Penguatan komitmen para pemangku kepentingan;
2. Pelayanan KIE dan konseling;
3. Pengembangan pusat pelayanan informasi/Konseling (Kelompok dialog warga ) dan PATBM;
4. Menghidupkan kearifan lokal di tingkat Desa, melalui awiq-awiq, dan
5. Penguatan kapasitas masyarakat/aparat Desa melalui pelatihan kader.

Dipilihnya desa Kawo sebagai lokasi sosialiasi tak lepas dari posisi nya yang strategies di kawasan Mandalika yang menjadi program super prioritas nasional dan karakter masyarakat Desa Kawo yang dinamis dan kreatif, cepat tanggap, survival tidak kenal masa paceklik.
Selanjutnya, Narasumber dari Asdep Partisipasi Organisasi Keagamaan dan Kemasyarakatan Kementerian PPPA, Gina Prawardani menyampaikan idenya tentang perlunya memberi jaminan perlindungan dan memenuhi hak anak sesuai dengan Undang Undang nomor 35 tahun 2014 tentang Pelindungan Anak.

Hak-hak anak sesuai dengan Konvensi hak anak adalah hak hidup, tumbuh dan berkembang, berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
“Untuk itu perkawinan anak usia muda harus dicegah karena berisiko timbulnya putus sekolah, pekerja anak, kemiskinan lintas generasi, komplikasi dan kematian ibu, komplikasi bayi dan Kekerasan dalam rumah tangga,” ujar Gina Prawardani.

Menanggapi pernyataan perwakilan Kementerian PPPA tersebut, Kepala Desa Kawo menjelaskan bahwa kasus pernikahan usia muda di desa-nya tergolong rendah, ia mempunyai strategi jitu bekerjasama dengan instansi terkait, pasangan yang akan menikah harus mengurus surat nikah ke Pengadilan Agama terlebih dahulu, selanjutnya pihak desa baru memproses pernikahan tersebut.

“Tren pernikahan di Desa Kawo sudah berbeda, Desa Kawo di kategorikan desa maju, secara perekonomian sudah bagus, Desa Kawo merupakan salah satu desa industri kreatif, ada 500 perajin tenun yang mensuplai hasil produksinya ke desa-desa wisata lain, pemberdayaan perempuan juga menjadi pilot project untuk sektor industri kreatif,” ujar Kepala Desa Kawo.

Di akhir acara perwakilan dari DPR R.I. Rachmat Hidayat menyerahkan secara simbolis bantuan spesifik untuk perempuan dan anak sebanyak 200 paket kepada Plh. Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi Nusa Tenggara Barat . Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan secara simbolis yang diwakili oleh Lansia, Perempuan dan Anak yang ada di Desa Kawo.

#KemenPPPA
#dp3ap2kbntb
#ntbamandanberkah
#kabkotalayakanak
#ntbgemilang

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *