Berita,  DP3AP2KB NTB,  Sekretariat

“Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Peningkatan Angka Kekerasan Anak dan Pernikahan Dini di Provinsi NTB”

Mataram (09/09/2020)– Dampak dari Pandemi covid-19 di NTB berdasarkan data dari kemen PPA, NTB merupakan salah satu dari 13 provinsi di indonesia yang mengalami kenaikan angka pernikahan dini, alasan budaya, masalah ekonomi yang menyebabkan orang tua mengizinkan anak-anaknya menikah di usia dini, pernikahan di anggap sebagai jalan pintas meringankan beban orangtua, aktivitas belajar dirumah mengakibatkan remaja memiliki keleluasaan dalam bergaul dilingkungan masyarakat.

Ketua TP-PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE, M.Sc membeberkan “strategi mencegah pernikahan dini yaitu keteladanan orang tua menjadi unsur yang sangat penting dengan menciptakan suasana rumah yang aman dan nyaman, berikan pujian dan kritikan dengan benar kepada anak-anak dan jangan lupa siapkan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan kenginan seperti bahan-bahan bacaan yang mendukung pembelajaran”, terangnya.

Kadis Dikbud Provinsi NTB, dr. Aidy Furqon menyampaikan Dikbud Provinsi NTB saat ini tengah menginisiasi program strategi inovasi dengan membangun pendidikan yang membanggakan, konsep ini lahir dari misi NTB yang nomor 3 yaitu NTB Sehat dan Cerdas. Dikbud juga menginisiasi program sekolah perjumpaan untuk melibatkan orang tua wali dan masyarakat dalam memberikan informasi, pengetahuan dan keterampilan dari masyarakat serta dilakukan dari kelompok masyarakat dan SMA formal.

Kadis P3AP2KB Provinsi NTB Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM menjelaskan bahwa berbicara tentang permasalahan tingginya pernikahan dini, mungkin lebih baik kita kembali melihat bagaimana pola asuh dalam keluarga, bahwa keluarga unit terkecil dari mansyarakat menjadi kunci utama dari munculnya berbagai permasalahan terkait dengan anak-anak, seharusnya anak-anak sekarang ini berada di depan guru, bukan di depan penghulu. Peran adari orang tua sangat besar, diharapkan orang tua harus bisa menjadi guru bagi anak-anaknya.

Berbagai faktor yang menyebabkan kehangatan di dalam rumah tangga berkurang, salah satunya adalah dampak ekonomi seperti, banyak orang tua yang di phk sehingga mengalami stress yang berakbiat kepada anak-anak, maka tekanan dari orang tua maupun tekanan dari anak itu sendiri yang membuat beberapa alasan sehingga memilih untuk mendapatkan perlindungan dari luar dengan melakukan pernikahan dini.

“Dinas P3AP2KB selalu berupaya untuk bisa melakukan sosialisasi di masyarakat bahwa apa yang ada saat ini diharapkan dapat di minimalisir agar tidak terus meningkat”.

Narasumber lain, Dosen FIPP Undikma, Nuraeni, S.Pd, M.Si menjelaskan bahwa “Pola Asuh merupakan proses interaksi antara orang tua dan anak dalam mendukung perkembangan fisik, emosi, social, intlektual, dan spiritual sejak anak dalam kandungan sampai dewasa.
Pola pengasuhan positif diterapkan dengan memberikan keteladanan yang baik bagi anak-anak, melakukan pembiasaan baik, melakukan pengasuhan tanpa kekerasan dan melakukan pengasuhan secara berkelanjutan.

#dp3ap2kbntb
#ntbamandanberkah
#ketehanandankesejahteraankeluarga
#ntbgemilang

Berbagi Kebaikan Melalui SOSMED

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *