Berita,  DP3AP2KB NTB,  Sekretariat

TP PKK ingatkan pentingnya pola asuh anak dan remaja di saat Pandemi Covid 19

Mataram (09/09/2020) – Ketua TP PKKProvinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengkampanyekan 10 program pokok PKK yang terkait langsung dengan dampak Covid 19 yaitu kesehatan yaitu pentingnya pola asuh anak dan,remaja (PAAR) dan disiplin warga untuk menggunakan masker.

Dimasa Pandemi Covid 19 sebagian besar anggota masyarakat membatasi untuk aktifitas di luar rumah, sebagian besar waktu dihabiskan di dalam rumah, untuk itu kebersamaan orang tua dan anak-anak harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menjalin hubungan dan komunikasi yang baik. Pola asuh terhadap anak dan remaja perlu dibangun untuk menumbuhkan cinta kasih dan kasih saying agar terhindar dari dampak Covid 19 terutama bagi anak-anak remaja.

Seperti banyak diberitakan tentang maraknya perkawinan dini dimasa pandemi karena tekanan fisik dan psikis karena adanya pembatasan aktifitas diluar rumah. Orang tua harus lebih bijak menyikapi masalah tersebut.

“Saya berharap pandemic Covid 19 ini dijadikan pelajaran berharga bagi orang tuan untuk lebih peduli pada pola asuh anak,” demikian disinggung Bunda Niken disela-sela kampanye penggunaan masker pada road show TP PKK di Kelurahan Monjok Kecamatan Selaparang Mataram.
Bunda Niken khawatir angka pernikahan dini terus melonjak ada situasi Pandemi Covid 19. Selain itu juga di sosialiasikan pemantauan pertumbuhan balita di Posyandu, pemanfaatan biopori untuk penanggulangan sampah.

Lewat road show tersebut, warga Kota Mataram juga dihimbau untuk disiplin menggunakan masker di masa pandemi Covid-19 . TP PKK Provinsi NTB tidak mau ketinggalan untuk mensosialisasikan Perda Nomor No. 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular. Perda ini mengatur protokol kesehatan pencegahan penularan Covid 19 yaitu: Penggunaan masker, menjaga jarak kontak fisik, mencuci tangan dan menghindari kerumunan.

“Masker adalah kelengkapan pakian kita, kita harus disiplin dimasa pandemi Covid 19 saat ini,” ingat perempuan yang akrab dipanggil Bunda Niken.

“Saya berharap Kader PKK ikut ambil bagian dalam perang melawan Covid 19 dengan mengingatkan masyarakat sesuai dengan isi Perda Pencegahan Penyakit menular, karena kader PKK yang selalu berada di tengah masyarakat, ” lanjutnya.

“Jangan sampai ada anggota masyarakat yang lalai sehingga mendapat sangsi denda Rp. 100.000,-, dan denda Rp. 500,000,- bagi aparat sipil negara,” tambah bunda Niken.

Sebagai informasi, Kecamatan Selaparang merupakan kecamatan hasil pemekaran Kecamatan Mataram, memiliki 9 kelurahan dengan 61 lingkungan, dengan penduduk 72. 342 jiwa.

#NurutTatananBaru
#Berjarak
#Perda7tahun2020

Berbagi Kebaikan Melalui SOSMED

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *