Berita,  DP3AP2KB NTB,  Sekretariat

Cegah Nikah Dini, Dikbud kerjasama dengan DP3AP2KB Ciptakan Pojok Ekspresi

Mataram (18/09/2020) – Pojok Ekspresi hadir untuk memenuhi kebutuhan siswa/anak sekolah akan informasi tentang seluk beluk masalah siswa/anak sekolah termasuk kesehatan reproduksi, pergaulan remaja, pendidikan pra nikah dan lainnya. Pojok Ekspresi adalah sebuah inovasi dan ruang kreativitas bagi siswa di sekolah.

Untuk menciptakan generasi yang pintar, tangguh dan berdaya saing, peran sekolah dalam mendidik siswa sangat penting karena merupakan lembaga yang strategis bentukan pemerintah untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang tangguh. Pendidikan karakter yang berorientasi masa depan termasuk sosial, ekonomi dan kesehatan patut diajarkan sejak dibangku sekolah.

Pojok Ekspresi adalah salah satu implementasi program kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2020. Muatan Pojok Expresi nantinya melibatkan lintas sektor seperti Pencegahan Pernikahan Dini oleh Dinas P3AP2KB, Kesehatan Reproduksi termasuk Penanggulangan Pandemi Covid 19 oleh Dinas Kesehatan, dll.

Kepala DP3AP2KB Provinsi NTB Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM, mengupas tentang tugas dan fungsi dinas yang dipimpinnya dalam upaya memenuhi hak perempuan dan anak agar terlindungi dari kekerasan.

Strategi DP3AP2KB dalam mencegah pernikahan dini adalah dengan kampanye Stop Perkawinan Usia Anak dan penyuluhan dampak yang ditimbulkan oleh perkawinan usia anak. Kegiatan kampanye dilakukan dengan tujuan mengedukasi anak-anak dan masyarakat untuk memberi pemahaman tentang resiko perkawinan usia anak.

Bunda Eny mengharapkan anak-anak menjadi “agen 2P” yaitu sebagai Pelopor dan Pelapor untuk teman-temannya. Pelopor untuk memberi pemahaman tentang hak-hak anak sesuai dengan Konvensi Hak Anak dan Pelapor untuk melaporkan pelanggaran kasus kekerasan terhadap anak. jika ingin berkeluh kesah, curhat dan belajar, anak-anak bisa menghubungi saluran hotline Telepon Sahabat Anak (TESA) dengan Nomor 085858449159.

Selain masalah Pernikahan Dini, Bunda Eny juga menjelaskan tentang peran Dinasnya dalam penanggulangan Covid 19, DP3AP2KB bekerjasama dengan PKK dan stakeholder terkait menggelar aksi pembagian masker kepada anak-anak dan masyarakat sesuai dengan instruksi Pemerintah Provinsi NTB, dimana Dinas DP3AP2KB mendapat tanggung jawab membina Pasar Karang Medaeng dalam program Nurut Tatanan Baru sesuai protocol kesehatan pencegahan Covid 19.

Bunda Eny cukup prihatin dengan cukup banyaknya kasus positif Covid 19 yang menimpa anak-anak, dari laporan Gugus Covid 19 Provinsi NTB tercatat 219 anak positif terpapar Covid-19 dan 5 anak meninggal dunia.

“Inilah yang menjadi konsen dan tanggung jawab Dinas P3AP2KB dalam melindungi anak-anak dari bahasa penyakit menular termasuk Covid 19, “jelas Bunda Eny menutup pembicaraannya. (ddk.dp3ap2kb).

#dp3ap2kbntb
#ntbamandanberkah
#ntbgemilang

Berbagi Kebaikan Melalui SOSMED

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *