Berita,  Bidang Pengendalian Penduduk & Keluarga Berencana,  DP3AP2KB NTB

Gencarkan Kampanye Anti Merariq Kodeq melalui Kurikulum Sekolah

Mataram (24/09/2020) – Kabupaten Lombok Barat sangat konsen melakukan upaya perlindungan anak. Upaya itu diwujudkan dengan gerakan anti merariq kodeq (gamaq). Gamaq dianggap mampu memberi perlindungan kepada anak dari efek buruk pernikahan anak.

Kabupaten Lombok Barat adalah salah satu dari 4 daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang sudah mempunyai predikat Kota Layak Anak, yaitu kategori Pratama.

Sebagai informasi 3 daerah lainnya adalah Mataram, Dompu dan Kabupaten Bima. Gamaq sebagai inovasi program KLA sangat pas diterapkan karena sesuai dengan fenomena merariq kodeq di masyarakat.

Kepala Dinas P3AP2KB Prov NTB Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM didampingi oleh Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Bq Ayu Juita M, SE serta Kepala Seksi Keluarga berencana Kesehatan Reproduksi (KBKR) Bq. Galih Ruby F, Apt turun lapangan menelisik implementasi kegiatan tersebut.

Saat menemui Kepala Dinas P2KBP3A Lombok Barat, diperoleh fakta bahwa materi Kesehatan Reproduksi telah dimasukan ke dalam kurikulum pendidikan 4 sekolah yaitu SMPN 1 Kediri, SMPN 2 Lembar, SMPN 4 Lembar dan SMP Islamiyah Ihya Ulumudin Jagaraga Indah.

“Kita sangat peduli dengan upaya pendewasaan usia perkawinan, langkah yang kami ambil adalah mendidik anak-anak sedini mungkin melalui jalur sekolah,”terang Kepala Dinas P2KBP3A Lombok Barat Ramdan Hariyanto, S.Sos ketika bertemu tim dari provinsi.

“Lewat pelajaran anak-anak diberi pengetahuan yang tepat mengenai proses reproduksi, serta cara menjaga kesehatannya, dengan begitu mereka lebih memahami tentang alat reproduksi mereka sekaligus bertanggung jawab terhadap kesehatannya. Mereka akan berpikir ulang sebelum melakukan hal-hak yang merugikan dirinya sendiri dan masa depannya.

“Keseriusan pemerintah daerah dalam program perlindungan anak dapat dilihat dari dukungan kebijakan melalui Perda Pendewasaan Usia Perkawinan dan Perbup Pencegahan Perkawinan Anak, penganggaran APBD dan integrasi program antar OPD. Gamaq yang dilaksanakan di Lombok Barat menjadi model program yang mendapat sorotan karena dianggap mampu memberi perlindungan kepada anak-anak dengan cara menunda pernikahan Usia Muda”.

“Sudah banyak apresiasi yang kami terima terkait dengan program perlindungan anak, diantaranya adalah Anugerah Parahita Ekapraya dari Kementerian PPPA dan predikat Kota Layak Anak (KLA) kategori Pratama,”pungkas Ramdan Hariyanto.

Sebagai catatan Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya diberikan kepada daerah yang mempunyai kepedulian terhadap program perlindungan perempuan dan anak dengan indikator 7 komponen yaitu: komitmen, kebijakan, kelembagaan, sumber daya/anggaran, Analisis Gender, Data Gender dan Partisipasi Masyarakat.

Ditempat yang sama Sekretaris Dinas P2KBP3A Erni Suryana, SE MM mengungkap keberadaan UPT PPA Lombok Barat yang baru terbentuk.
“Harapan kami dengan terbentuknya UPT PPA akan mendukung penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak,”ujarnya.

Dari pantauan tim provinsi, lokasi UPTD PPPA terbilang strategis karena terletak pertigaan jalan akses Kota Kediri tepatnya didepan Kantor Kepolisian Sektor Kediri persis di samping Puskesmas. Melihat keberadaan UPTD PPPA tersebut, Ir. Husnanidiaty Nurdin memberi masukan untuk dilengkapi dengan shelter untuk menampung klien yang akan datang.

Erni Suryana SE, MM juga pamer Peraturan Bupati Satuan Pendidikan Ramah Anak untuk mendukung Sekolah Ramah Anak. Implementasinya dilaksanakan Jumat Ramah Anak, yaitu setiap Jumat anak-anak diberi materi Kesehatan Reproduksi, HIV-AIDS, PUP. Sebagai narasumber berasal dari OPD terkait yang diatur secara bergiliran.(baiqfani.dp3ap2kb)

#dp3ap2kbntb
#ntbamandanberkah
#ketahanandankesejahteraankeluarga
#ntbgemilang

Berbagi Kebaikan Melalui SOSMED

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *