Berita,  DP3AP2KB NTB,  Sekretariat

Bunda Niken: “Peran Ayah Sangat Menentukan Suksesnya Program ASI Eksklusif”

Mataram, 29/09/2020 – Peran ayah sangat besar pasca istri melahirkan, selain memberi nafkah juga membantu pekerjaan istri, ayah menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan bayi khususnya dalam pemberian ASI Eksklusif.

“Peran seorang ayah sangat penting, seorang ayah bisa menyemangati istri, serta memberikan support dalam mengurangi stres istri pasca melahirkan,” ujar Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah saat membuka webinar Ayah ASI di Hotel Lombok Astoria, Mataram.

Selanjutnya Ketua TP PKK menyampaikan tentang besarnya tantangan pemerintah provinsi dalam upaya melaksanakan program pemberian ASI Eksklusif di Nusa Tenggara Barat sejak gempa bumi tahun 2018 hingga masa Pandemi Covid 19 saat ini. Fokus pemerintah tahun 2019 adalah rekonstruksi pasca gempa, belum tuntas bekerja sudah disambut Pandemi Covid 19 tahun 2020 ini sehingga implementasi program ASI Ekslusif menjadi terganggu.

“Budaya Patriarki masyarakat Nusa Tenggara Barat juga punya andil dalam keberhasilan program ASI Eksklusif, terbatasnya peran ayah dalam membantu proses pemberian ASI kepada bayi adalah salah satu halangan suksesnya ASI Eksklusif di masyarakat,” tambah Bunda Niken.
“Oleh karena itu kita harus sampaikan kepada seluruh ayah di NTB ini, peran ayah sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi ibu dan bayi,” tutup Bunda Niken.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A menegaskan bahwa Air Susu Ibu (ASI) merupakan satu-satunya makanan standar emas untuk bayi. “Tidak ada yang lebih baik selain ASI,” ujar dr. Titik.
Menurut dr. Titik seorang ayah harus memiliki rasa sabar yang paripurna, serta harus siap-siap jaga 24 jam dan siap mendengar anak menangis.

“Jangan sampai anaknya menangis, ayah marah kepada istrinya sehingga si Istri stres yang berakibat pada kadar ASI tidak normal,” tutupnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi NTB, Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM menjelaskan tentang peran Dinas P3APKB sesuai dengan Perda Nomor 8 tahun 2015 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak.
Menurut Bunda Eny, peran Dinas P3AP2KB diantaranya adalah: Mendidik masyarakat agar sadar akan efek buruk Pernikahan Usia Anak. Upaya ini dapat di laksanakan melalui kegiatan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), Media Elektronik dan Media Cetak.

“Keluarga dan lembaga juga perlu ditingkatkan kapasitasnya dalam memenuhi hak anak untk memperoleh pengasuhan yang baik,” lanjut Bunda Eny.
Lebih lanjut dijelaskan Bunda Eny tentang tempat pemenuhan hak anak dalam pengasuhan melalui Unit Pelayanan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) dan Posyandu. Upaya lainnya adalah Pengembangan Program Pendewasaan Usia Perkawinan melalui wahana Dialog Warga dan pemberian pembekalan bagi calon pengantin tentang pola asuh anak.

#dp3ap2kbntb
#ntbamandanberkah
#kotalayakanak
#ntbgemilang

Berbagi Kebaikan Melalui SOSMED

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *