SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PERLINDUNGAN ANAK PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA PROVINSI NTB.   JADILAH PELOPOR YANG MEMUTUS MATA RANTAI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK SEKARANG JUGA
Berita,  Bidang Perlindungan Anak (PA},  DP3AP2KB NTB

SMAN 9 Mataram Siap Deklarasikan Sekolah Ramah Anak

Mataram (05/10/2020) – Pandemi Covid 19 tak mengurangi antusiasme Kepala Sekolah SMAN 9 Mataram Dra. Nengah Istiqomah, M.Pd. dalam mengemban tugas mendidik siswanya. Salah satu inovasi terbaru adalah mengembangkan Sekolah Ramah Anak.

Tim Dinas P3AP2KB yang datang berkunjung disambut dengan antusias, dengan semangat beliau menyampaikan tekadnya untuk melindungi anak-anak dari berbagai dampak buruk perkembangan teknologi dan pergaulan dewasa ini. Dijelaskan bahwa Beliau baru saja diangkat menjadi Fasilitator Nasional dan mendapatkan pelatihan program Sekolah Ramah Anak (SRA) dari Kementerian PPPA.

“Kami prihatin jika ada siswa yang sudah kelas XII yang notabene sebentar lagi ujian akhir tetapi keburu ada yang melarikan (maksudnya: Merariq/kawin lari), seperti kasus siswa yang dilarikan dari Sayang-Sayang ke Narmada,” ujar Bu Istiqomah dengan nada prihatin.

“Dengan upaya dan kerjasama yang baik antara pihak sekolah dan tokoh masyarakat kami berhasil memisahkan, kita berharap siswa tersebut menyelesaikan dulu sekolahnya agar nantinya dapat lulus mendapatkan ijazah sebagai bekal mencari kerja untuk membantu nafkah keluarga.”lanjutnya.

Menanggapi permasalahan tersebut, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak (PMA) Dinas P3AP2KB, Ir. Dede Suhartini, M.Si. menimpali bahwa saat Pandemi Covid 19 ini terjadi peningkatan kasus pernikahan anak di NTB, alasannya sebagai solusi mengatasi persoalan keluarga, padahal langkah tersebut tidak tepat karena hanya solusi sementara yang akan berdampak negatif pada perjalanan rumah tangganya.

“Sekolah Ramah Anak sebagai wadah literasi untuk mendidik siswa dalam menangkal isu pernikahan anak, siswa diberi informasi tentang kesehatan reproduksi mulai dari jenis organ tubuh, fungsi dan dampak negatif dari segi kesehatan jika dipaksakan,” Ujar Bunda Dede.

“Saat ini tak pelak penggunaan IT tak dapat dihindari karena merupakan kebutuhan, namun perlu juga di lakukan literasi secara bijak agak anak-anak terhindar dari dampak buruk penyalahgunaan Gadget,”lanjut Bunda Dede.

Bunda Dede berharap dalam waktu dekat, bisa dideklarasi Sekolah Ramah Anak di SMAN 9 agar dapat memotivasi SMA yang lain untuk membentuk hal serupa di tempat masing-masing. Kemudian langkah selanjutnya adalah mengisi dengan program yang sesuai seperti membentuk Forum Anak, mengembangkan UKS, Pramuka, PIK R, PMR, Kantin Sehat, Pojok Ekspresi dan yang lainnya.

Bu Nengah Istiqomah siap untuk itu, tetapi beliau minta diberi waktu untuk belajar dan berkomitmen melaksanakan program karena sudah ditunjuk sebagai Fasilitator Nasional SRA demi kepentingan hak anak. Beliau juga siap merubah mainset guru agar memahami hak-hak anak, jangan sampai anak diberi tugas yang memberatkan dan diluar kemampuan sehingga dapat melanggar hak anak.(ddt.dp3ap2kb).

#berjarak
#dp3ap2kbntb
#ntbamandanberkah
#kotalayakanak

Berbagi Kebaikan Melalui SOSMED

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *