SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PERLINDUNGAN ANAK PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA PROVINSI NTB.   JADILAH PELOPOR YANG MEMUTUS MATA RANTAI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK SEKARANG JUGA
Berita,  Bidang Kesetaraan Gender & Kualitas Keluarga,  DP3AP2KB NTB

Bimbingan Calon Pengantin untuk Edukasi Cegah Perceraian Pasangan Muda

Mataram (12/10/2020) — Program Pembinaan Pra nikah dan Pasca nikah bertujuan untuk meningkatkan Ketahanan Keluarga Masyarakat Indonesia melalui upaya-upaya pencegahan termasuk pencegahan perceraian dan pencegahan perkawinan anak.

Dinas DP3AP2KB Provinsi NTB dan Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB melakukan sinergisitas dalam bentuk perjanjian kerjasama dalam implementasi program tersebut. Sinergisitas program juga dilakukan dengan instansi pusat melalui Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia yang akan melakukan monev pada tanggal 15 dan 16 Oktober 2020.

Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, bimbingan calon pengantin sudah dilakukan sejak tahun 2019, menurut informasi Kepala KUA Kecamatan Gerung, Sumardin S.Ag. M.Ag dan Kepala KUA Kecamatan Labuapi, Haryadi Norman, kegiatan bimbingan Calon Pengantin (Catin) dan Pasca Pengantin dilakukan 10 hari sebelum pelaksanaan akad nikah, bimbingan pra nikah dilakukan selama 2 hari. Tujuan dari bimbingan ini adalah mengedukasi calon pengantin agar mengetahui hak dan kewajiban sebagai suami maupun istri sehingga dapat mencegah terjadinya perceraian.
KUA juga melakukan bimbingan pra nikah bagi remaja usia sekolah untuk menyiapkan sejak dini pengetahuan dan perencanaan sebuah perkawinan yang dicita-citakan, sehingga dapat mengantisipasi terjadinya perkawinan anak (dispensasi kawin).

Disamping Bimbingan Pra Nikah, Kemenag melalui KUA menyelenggarakan Bimbingan Pasca Nikah yang berorientasi kepada kebutuhan masyarakat dengan mendampingi, memberi bimbingan, advokasi, mediasi, dan konsultasi yang diberi nama Pusaka Sakinah.

“Kita akan melakukan program yang responsif menjawab kebutuhan masyarakat dan menjawab problem masa kini,” kata Kepala KUA Gerung tersebut.
Program yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama disebut “Pusaka Sakinah” yang meliputi empat program Aman (Administrasi Manajemen KUA), Berkah (Belajar Rahasia Nikah), Kompak (konseling mediasi dan advokasi terhadap penyelesaian kasus, perceraian, KDRT dan pencegahan pernikahan anak), serta Lestari (Layanan bersama Ketahanan keluarga Republik Indonesia).

Ke depan KUA tidak hanya berfungsi formil dalam pencatatan nikah tapi juga memiliki tanggung jawab agar pasangan yang dinikahkan dapat mewujudkan keluarga sakinah, sehingga KUA harus menjadi poros ketahanan keluarga.(nngkgkk13102020)

#dp3ap2kbntb
#ntbamandanberkah
#ntbgemilang

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *