Berita,  Bidang Kesetaraan Gender & Kualitas Keluarga,  DP3AP2KB NTB

Ummi Rohmi: Membentuk Keluarga Sejahtera Diperlukan Sinergi Semua Pihak

Senggigi (12/11/2020) – Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan bahwa untuk membentuk keluarga yang sejahtera dibutuhkan sinergi semua pihak, termasuk pemetaan strategi yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.

“Saya berharap dalam menangani masalah keluarga di dengan mengedepankan sinergi dan strategi yang sesuai zaman, sehingga kasus kekerasan perempuan dan anak di lingkungan keluarga dapat dicegah,” pesan Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB saat membuka acara Bimtek Konseling Keluarga, Kesetaraan Gender, dan Hak Anak di NTB yang digelar di Hotel Jayakarta.

Menurut Ummi Rohmi, edukasi untuk membentuk keluarga yang harmonis tak lepas dari urusan merubah pola pikir seseorang. Pola mendidik anak-anak terdahulu dan sekarang berbeda karena tuntutan jaman, secara otomatis telah merubah strategi dan intervensi yang kreatif dan up to date agar efektif dan tepat sasaran. Artinya proses edukasi harus sesuai dengan perkembangan teknologi informasi saat ini seperti edukasi melalui medsos, audio visual dan lain-lain, sehingga anak-anak tidak cepat bosan

Lebih lanjut, Ummi Rohmi menjelaskan, merubah cara pandang seseorang bukan dengan cara memaksa tapi harus melalui proses edukasinya harus secara persuasif dan berkelanjutan, sehingga dapat dipahami dan diterima masyarakat, kalau sudah diyakini kebenarannya maka masalah dalam keluarga seperti pernikahan anak, kekerasan dalam rumah tangga dan kesetaraan gender mudah teratasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB, Ir. Husnanidiaty Nurdin mengatakan, banyak penyelasaian kasus-kasus pernikahan pada anak dan kekerasan perempuan yang tidak ditangani secara berlanjut terkait psikologisnya. Sehingga psikologis mereka yang mengalami kekerasan sangat terganggu, terutama menyisakan rasa trauma yang terus berlanjut.

“Penanganan masalah kekerasan perempuan dan anak memerlukan campur tangan para ahli psikolog yang berkompenten agar diketahui akar permasalahan dan dicarikan solusi yang tepat untuk mengatasi,”Ujar Bunda Eny.

Sebagai informasi kegiatan Bimbingan Teknis Konseling Keluarga, Kesetaraan Gender, dan Hak Anak di NTB kali ini diikuti oleh semua stakeholder pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan keluarga berencana tingkat provinsi dan kabupaten/kota, acara berlangsung 2 hari mulai tanggal 12 s/d 13 November 2020.(ddt.dp3ap2kb)

#dp3ap2kbntb
#ntbamandanberkah
#kotalayakanak
#ntbgemilang

Berbagi Kebaikan Melalui SOSMED

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *