Berita,  Bidang Pemenuhan Hak Anak,  DP3AP2KB NTB

Bentengi Anak dari Paham Radikalisme/Terorisme dengan Ketahanan Keluarga

Mataram (19/11/2020) – Kunci dalam menjaga keluarga dan anak-anak dari ajaran radikalisme dan terorisme adalah dengan menjaga Ketahanan Keluarga. Wakil Gubernur memberi pesan khusus kepada para peserta kegiatan forum koordinasi perlindungan anak dari Stigmatisasi dan Terorisme di Mataram.

Menurut Ummi Rohmi, ketahanan keluarga merupakan benteng utama dalam menjaga keluarga dan anak-anak kita dari paparan ajaran radikalisme dan terorisme karena dalam keluarga terdapat ikatan yang kuat antara orang tua dan anak-anak.

“Untuk itu dalam keluarga harus dibangun hal-hal yang positif seperti menciptakan suasana kehangatan keluarga untuk anak-anak dan semua anggota keluarga yang lain. Dengan suasana hubungan yang hangat anak-anak merasa mendapatkan kasih sayang yang cukup dari orang tua,”ujar Ummi Rohmi.

“Hal lain yang juga perlu dihadirkan dalam keluarga adalah pola pengasuhan yang baik yaitu menanamkan disiplin kepada anak, dan menghargai kebebasan yang tidak mutlak, dengan bimbingan yang penuh pengertian antara anak dan orang tua.sehingga bisa tumbuh rasa tanggung jawab pada anak, dan pada akhirnya mampu bertindak sesuai dengan norma yang ada,lanjutnya.

“Jika kita bicara radikalisme dan terorisme pasti mengusik perasaan kita yang paling dalam, saya tekankan bahwa jangan mengait-kaitkan dengan agama, jika dikaitkan dengan Islam pasti menyesatkan, Islam mengajarkan kita untuk saling toleransi dan menghargai, tidak ada anjuran dalam Islam untuk melakukan terorisme, Islam adalah agama damai sesuai dengan artinya Islam mengajak dalam kedamaian,”pungkas Ummi Rohmi.

Selanjutnya dijelaska oleh Ummi Rohmi bahwa untuk mengimplementasikan dalam tatanan masyarakat, diminta mengintegrasikan dalam kegiatan posyandu keluarga yang keberadaannya sangat strategis untuk mengedukasi berbagai masalah yang ada seperti halnya bahaya paparan radikalisme/terorisme ini.

Mengapa demikian? Karena Posyandu buka tiap secara rutin tiap bulan dan tersebar merata di seluruh penjuru NTB.
Apa lagi sekarang ada Dana Desa yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah kemiskinan, kesehatan, pendidikan dan sosial seperti masalah radikalisme dan terorisme. Kita harus berbagai beban dengan desa untuk mengatasi permasalahan ini, jangan menjadi tanggung jawab OPD tertentu saja, saya yakin jika dikeroyok secara bersama-sama semua akan mudah.

Sementara itu, Kepala Dinas P3AP2KB Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM. yang mendampingi Ummi Rohmi melaporkan tentang kegiatan tersebut merupakan satu rangkaian dengan kegiatan tanggal 18 November, dimana jumlah total peserta sebanyak 140 orang, hari pertama pertemuan Forum Koordinasi pelaksanaan Sistem Peradilan Pidana Anak dihadiri oleh 70 orang dan pada tanggal 19 November kegiatan forum koordinasi perlindungan anak dari Stigmatisasi dan Terorisme dihadiri 70 orang. Kegiatan terselenggara atas dukungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.(ddt.dp3ap2kb)

#dp3ap2kbntb
#ntbamandanberkah
#kotalayakanak
#ntbgemilang

Berbagi Kebaikan Melalui SOSMED

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *