Berita,  Bidang Pemenuhan Hak Anak,  DP3AP2KB NTB

Sekolah Gaul Ramah Anak Integrasikan Pemenuhan Hak Anak dan Kurikulum Sekolah.

“Jika ada anak yang melahirkan karena pernikahan dini apakah juga mendapatkan KK dan KTP?”

Demikian pertanyaan kritis seorang siswa kepada tim sosialisasi Perlindungan Anak yang datang di SMAN 1 Dompu. Begitulah pemahaman dan sikap anak-anak yang semakin melek haknya, kondisi demikian yang ingin terus dibangun oleh pemerintah untuk mempercepat Pemenuhan Hak Anak sesuai amanat UU No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Sekolah Gaul Ramah Anak (SGRA) anti kekerasan inisiasi Kendikbud sangat selaras dengan Sekolah Ramah Anak (SRA) yang akan diimplementasikan oleh SMAN 1 Dompu.

“Kami sungguh merasa senang dengan kedatangan tim DP3AP2KB provinsi karena bisa segera bersinergi untuk mengimplementasikan program Sekolah Gaul Ramah Anak,”sambut Amar Hadi, S.Pd. Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Dompu.

“Kami dan para guru siap meramu program pembelajaran siswa terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak dalam bahasa kurikulum,” jelas Amar Hadi.

Menurut Amar, materi akan diintegrasikan dalam Kurikulum 3 mata pelajaran yaitu Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, Biologi dan Pendidikan Kewirausahaan. Sedangkan waktu pembelajaran mulai jam 07.00-14.00 sesuai jam masuk sekolah.

Menimpali sambutan Wakasek, Kadis DP2AKB Dompu Hj. Daryati Kustilawati, SE, M.Si. mengapresiasi komitmen provinsi dengan melihat langsung pelaksanaan Pemenuhan Hak Anak di Dompu.

“Penyebab perkawinan anak adalah ekonomi, pendidikan, orang tua, biologi, adat dan dan teknologi informasi yang merupakan indikator KLA yang paling sulit diatasi karena mudah sekali disalahgunakan,”terang Bunda Daryati.

Selanjutnya dijelaskan bahwa di daerah tertentu seperti Pekat, Hu’u dan Manggalewa masih banyak terjadi perkawinan anak yang mengatasnamakan adat budaya.

Pemerintah Kabupaten Dompu juga mempunyai komitmen dengan menerbitkan payung hukum berupa Perbup nomor 43 tahun 2018 tentang Pencegahan Perkawinan pada Usia Anak. Perbup diwujudkan dengan adanya Gugus tugas KLA sampai tingkat desa, Forum Anak dan adanya Lembaga peduli hak anak.

Nasehat bunda Daryati agar anak-anak menjadi anak hebat “Kalian harus selalu menghormati dan menjaga nama baik orang tua, Jangan cepat ngambek kalo ditegur, mencintai keluarga dan menyayangi teman”.

“Kunci nya adalah jaga sholat Inshaa Alloh menjadi anak’anak Dompu yang mmbanggakan,” pungkas.
Pada kesempatan tersebut Kepala Bidang PHA DP3AP2KB Provinsi NTB Ir. Dede Suhartini, M.Si. memompa semangat para siswa.

“Jadilah Anak Dompu yang hebat sebagai agent of change, sebagai Pelopor dan Pelapor, tahu hak dan kewajibannya, menjadi panutan teman’temannya,”pesannya.

“Misalnya menciptakan inovasi karya yang kreatif dengan membuatmenciptakan konten positif yang bisa dinikmati oleh masyarakat.
Pada kegiatan yang dihadiri 50 orang siswa tersebut juga menghadirkan Narasumber dari LPA Muhamad Zailany , SE yang membahas masalah Pornografi dan Seksologi serta Zulkarnain dari Dinas P3A Dompu yang menyampaikan menyampaikan materi PMS.(ddt.dp3ap2kb).

#dp3ap2kbntb
#ntbamandanberkah
#kotalayakanak
#ntbgemilang

Berbagi Kebaikan Melalui SOSMED

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *