Berita,  Bidang Kesetaraan Gender & Kualitas Keluarga,  DP3AP2KB NTB

Perempuan dan Laki-Laki tidak ada beda dari Segi Produktifitas

Mataram (01/12/2020) – Perempuan Nusa Tenggara Barat mempunyai tanggung jawab yang tinggi dalam pembangunan, karena perempuan harus menjadi aktor jangan hanya sebagai obyek, untuk itu perempuan harus mempunyai kepercayaan yang tinggi untuk ikut menentukan kebijakan pembangunan.
Demikian Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat memberi semangat kepada 40 orang peserta pada pertemuan Kelompok Kerja Pengarusutamaan Gender di Dinas P3AP2KB Provinsi NTB.

“Saya selalu sempatkan untuk hadir pada momen pertemuan dengan agenda Pemberdayaan Perempuan dan Anak karena saya menganggap itu masalah penting, kita butuh kekuatan untuk berjuang,”demikian Ummi Rohmi memberi semangat kepada para peserta.

Selanjutnya dijelaskan Ummi Rohmi upaya meningkatan peran dan kualitas perempuan agar setara dengan laki-laki adalah sebuah pekerjaan yang berat karena itu adalah membangun sumberdaya manusia, harus ada sinergi yang baik antar instansi dan saling integrasi jangan bekerja sendiri bebannya harus dibagi.

“Pekerjaan yang besar bukan hanya membangun jalan dan jembatan, meletakkan landasan yang kuat pada pendidikan akhlaq sejak dini sebagai bagian dari pembangunan sumberdaya manusia juga merupakan pekerjaan yang berat,”lanjut Ummi Rohmi.

“Tapi perempuan juga jangan merasa lemah merasa harus diistimewakan, jangan cengeng dan jangan merasa dibawah ketiak laki-laki,”pesan Ummi Rohmi lebih lanjut.

Menurut Ummi Rohmi, upaya ini harus didukung oleh keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat, keluarga adalah kuncinya, jika sudah terbangun dari keluarga akan terbawa sampai dewasa, dilingkungan keluarga anak-anak harus dididik dengan baik agar memiliki kepercayaan, baik itu anak laki-laki atau perempuan.

Pada momen yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi NTB Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM. melaporkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendorong peran perempuan dalam semua sektor, khususnya komitmen para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam melakukan perencanaan dan penganggaran responsif gender (PPRG).

“Kami mendorong komitmen dan peran strategis masing-masing Driver Penggerak PPRG dalam Kelompok Kerja Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam mempercepat pelaksanaan PUG di Provinsi NTB,” kata mantan Kadispora NTB.

Sehingga, setiap Perangkat Daerah (PD) mempunyai pemahaman yang sama dalam mengintegrasikan pengarusutamaan gender pada sistim perencanaan melalui implementasi PPRG sehingga dihasilkan anggaran responsif gender di PD tersebut.

Dijelaskan Husnanidiaty Nurdin, masih ada OPD dibawah lingkup Pemerintah Provinsi NTB yang masih belum secara maksimal menerapkan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) di OPDnya.

“Sesuai indikator dan mekanismenya, ada 11 (24%) OPD yang masuk kategori lengkap, 27 (59%) OPD belum lengkap dan 8 (17%) OPD tidak lengkap/belum responsif, sehingga kedepan akan kami dorong untuk sinergi dan bersama membangun peran gender ini,” jelas Kadis DP3AP2KB.
Sehingga harapanya, NTB dapat memperoleh Anugerah Parahita Ekapraya (APE), penghargaan terhadap prakarsa dan prestasi yang dicapai dan menunjukan kondisi dan kesejahteraan orang lain dalam kaitannya dengan pencapaian kesejahteraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di daerah.

“Targetnya, NTB akan berusaha meraih anugerah ini,”tutupnya. (ddt.dp3ap2kb)

#dp3ap2kbntb
#ntbamandanberkah
#ntbgemilang

Berbagi Kebaikan Melalui SOSMED

Satu Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *