Berita,  Bidang Pemenuhan Hak Anak,  Sekretariat

Anakku Difabel, Anakku Tidak Kurang Tapi Anakku Berbeda dari Yang Lain

Mataram (12/12/2020)– Memberi kasih sayang dan memberikan semangat, sering-sering berkumpul dengan orang tua yang mempunyai anak difabel agar tidak merasa sendiri mempunyai keluarga difabel.

Demikian pesan penting yang disampaikan pada Talkshop parenting bagi anak berkebutuhan khusus yang dirangkaikan dengan pameran hasil karya desain siswa yang digagas oleh DISABILITAS.ID dengan menghadirkan Narasumber dari TP PKK Provinsi, Dinas P3AP2KB, Dinas Sosial dan LPA Mataram.

Menurut Ketua panitia penyelenggara Radhe Ayu Dewi Amerta Ratih, tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan siswa difabel melalui pelatihan desain grafis, tata boga dan membatik sehingga dapat mengembangkan minat dan bakat.

“Kami juga komitmen mendukung program NTB Gemilang dengan menciptakan lingkungan inklusif bagi semua kalangan dan tidak terbatas pada perbedaan fisik yang sering dianggap sebagai batasan dalam berkarya dan beraktifitas,”ujar penggiat difabel tersebut.

“Secara khusus kami ingin mengedukasi teman difabel dan masyarakat untuk berinovasi dan menginspirasi dalam berkarya, mengadvokasi hak asasi kaum difabel untuk mendapatkan pekerjaan serta membangun wadah kaum difabel untuk dapat berkarya dan menghasilkan penghasilan,”tambah Dewi.

Lebih lanjut dikatakan Dewi bahwa yang melatar belakangi kegiatan tersebut adalah adanya kekhawatiran orang tua akan masa depan anaknya dan persepsi masyarakat terhadap kaum difabel yang dianggap tidak mempunyai kemampuan yang baik dalam bekerja, padahal mereka mempunyai bakat dan talentanya masing-masing, persepsi ini yang sering memarjinalkan kaum difabel.

Narasumber dari DP3AP2KB Ir. Dede Suhartini, M.Si. mengupas tentang cara mengenali potensi anak yaitu dengan memberikan perhatian khusus untuk menumbuh kepercayaan, menyusaikan diri dengan anak difabel, harus bisa beradaptasi dengan difabel agar tercipta rasa nyaman, harus peka mencari ketertarikan anak difabel serta memberi ruang gerak untuk bisa mengembangkan ketertarikan tersebut.
Mengenai pola asuh anak difabel, Bunda Dede menjelaskan:

“Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mengawal tumbuh kembang, pola pikir anak anak difabel karena mereka yang paling dekat, dampingi mereka agar dapat mengembangkan diri dan bisa meraih cita-cita,”Ujar Bunda Dede.

“Sebagi orangtua kita jangan membeda-bedakan anak difabel dengan anak pada umumnya, mereka pada dasarnya sama-sama berhak mendapatkan perlakuan yang sewajarnya,”tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskan Bunda Dede bahwa pola asuh yang terlalu memanjakan menyebabkan anak tidak menjadi pribadi yang mandiri dan menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya stigma negatif di masyarakat, anak difabel tidak bisa mandiri akan terbiasa dilayani oleh anggota keluarganya sehingga mereka tidak produktif.

“Maka mulailah menjadi orangtua yang memberikan pola asuh kepada anak-anak difabel sama dengan anak-anak pada umumnya,”tutup Bunda Dede.(ddt.dp3ap2kb)

#dp3ap2kbntb
#ntbamandanberkah
#kotalayakanak
#ntbgemilang

Berbagi Kebaikan Melalui SOSMED

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *