SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PERLINDUNGAN ANAK PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA PROVINSI NTB.   JADILAH PELOPOR YANG MEMUTUS MATA RANTAI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK SEKARANG JUGA
Berita,  DP3AP2KB NTB,  Sekretariat

Parenting dan Pendewasaan Usia Perkawinan Cegah Merariq Kodek

Lombok Timur (2/12/2020) — Dharma Wanita Persatuan Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Sosialisasi Parenting dan Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), topik ini dipilih karena keprihatinan merebaknya kasus perkawinan anak, yang dikenal dengan istilah “merariq kodek”.
Upaya pendewasaan usia perkawinan diharapkan dapat menghindari dampak buruk pada kesehatan ibu dan anak dalam mempersiapkan masa depan generasi yang akan datang. PUP merupakan salah satu indikator kinerja dalam RPJMD NTB 2019-2023.

Sosialisasi dihadiri oleh anggota DWP Kabupaten Lombok Timur, DWP Kecamatan dan Kelurahan. Hadir pula perwakilan dari sekolah binaan DWP Lombok Timur serta karang taruna.

Dalam kesempatan membuka acara, Ny. Hj. Aurigustina Ridwan Syah yang mewakili Ketua DWP Provinsi NTB berpesan dalam menjalankan kegiatan sosialisasi ini tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid 19 melalui 3M yaitu Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak aman. Beliau berharap kegiatan ini memberi pencerahan kepada stakeholder dalam upaya pencegahan perkawinan anak.

Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi NTB Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM. membahas secara detail cara pola asuh anak (parenting) harus diterapkan dalam sebuah keluarga. Peran ibu-ibu pengurus dan anggota DWP juga sangat penting dalam menerapkan pola asuh anak sehingga diharapkan dapat menghasilkan generasi emas NTB.

“DWP dapat membantu pemerintah dalam mensukseskan pembangunan dengan menciptakan kehangatan keluarga melalui tebar salam,”Ujar Bunda Eny.
Selanjutnya di dijelaskan Bunda Eny untuk selalu menebar salam dalam keluarga penting ditanamkan pada anak sejak kecil, ada 3 kata ajaib yang harus dipraktekkan dan diajarkan kepada anak-anak yang akan menjadi pemimpin masa depan, yaitu 1) Terima Kasih sebagai bentuk rasa syukur kita yang harus selalu dipraktekkan; 2) Selalu mengucapkan kata tolong sebagai awal kata permintaan; 3) Jangan malu meminta maaf bila melakukan kesalahan.

Dalam masa pandemi Covid 19 ini juga menambah jumlah anak putus sekolah karena melangsungkan perkawinan. Peserta didik di Provinsi NTB yang menikah sampai dengan bulan Oktober 2020 tercatat 148 anak, tertinggi di Lombok Tengah 48 orang, menyusul Lombok Timur 29 orang.
Pada akhir pemaparannya, Bunda Eni menitip pesan kepada para peserta untuk sama-sama berupaya menekan perkawinan usia anak.

“Merariq kodek lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya. Jika anak-anak telat pulang dari belajar, jangan dipaksa kawin, Semoga NTB Gemilang, Lombok Timur adil, sejahtera dan aman,”demikian pesan Bunda Eni agar disampaikan kepada para orang tua dan masyarakat.

#dp3ap2kbntb
#ntbamandanberkah
#ntbgemilang

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *