Berita,  Bidang Pemenuhan Hak Anak,  DP3AP2KB NTB

Tangkal Kekerasan, Eksploitasi Ekonomi dan Seksual, Bentengi Anak Dengan Budi Pekerti Yang Baik

Lombok Tengah (14/12/2020) – Kawasan wisata super prioritas Mandalika Lombok Tengah menawarkan beragam potensi, namun juga menyimpan segudang masalah. Khususnya masalah pekerja anak dan dampak ikutannya. Untuk itu sumberdaya terbesar di negeri ini yaitu anak-anak sebagai generasi penerus bangsa di wilayah ini harus diperhatikan hak-haknya demi menangkal pengaruh buruk yang datangnya dari luar yang akan menyerbu kawasan tersebut.

Dinas P3AP2KB Provinsi NTB sangat konsen pada permasalahan tersebut dengan menggelar sosialisasi perlindungan anak dengan sasaran SMKN 3 Pujut yang berada di kawasan Mandalika. Kegiatan mengajarkan bagaimana para siswa yang notabene masuk kriteria anak sadar akan haknya agar terbebas dari kekerasan, eksploitasi ekonomi atau seksual.

Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi NTB Ir Husnanidiaty Nurdin, MM. memberi pesan khusus kepada para siswa SMKN 3 Pujut tersebut.

“Siapkan diri kalian untuk menjadi generasi unggul dan menjadi virus positif bagi teman-teman kalian, dengan cara menjadi pelopor dan pelapor perlindungan anak,”pesan Bunda Eny.

“Kalian harus berani mengatakan tidak pada hal-hal yg tidak baik, laporkan pada lembaga LPA Desa yang sudah ada disini (Desa Rambitan),”tambah Bunda Eny.

Selanjutnya dijelaskan Bunda Eny, sekolah mereka bagus, anak anaknya juga harus paham, pesan saya anak-anak harus berani mengatakan tidak pada narkoba dan mengatakan tidak pada tindakan-tindakan yang ingin melecehkan mereka seperti berusaha menyentuh anak-anak perempuan.

“Jangan menganggap remeh jika ada yg memperlihatkan alat kelamin, hati-hati itu cikal bakal menjadi sakit jiwa/abnormal (LGBT), kalian sebagai generasi penerus bangsa harus sadar untuk melindungi diri kalian,”lanjtu Bunda Eny..
Bunda Eny juga berpesan agar anak-anak membiasakan diri berbakti pada orang tua dengan mencium tangan saat pergi ke sekolah, karena ridha Allah tergantung ridha orang tua.

Satu lagi pesan Bunda Eny agar menjaga diri dari perkawinan dini, karena itu akan berdampak pada masalah sosial dan kesehatan. Lebih baik anak-anak belajar dengan sungguh-sungguh demi meraih cita-cita .

Kepala desa Rambitan Lalu Minaksa juga turut memberi pesan kepada para siswa yang hadir, dengan meminta anak-anak supaya terhindar dari eksploitasi ekonomi dan seksual karena lokasinya dekat dengan destinasi wisata. Anak-anak tidak diperbolehkan bekerja untuk mencari nafkah karena termasuk pelanggaran hak anak.

“Jangan bangga jika ditunjuk sebagai lokasi karena justru harus waspada supaya tidak dianggap sebagai pelanggar hak azasi anak,”ujar pak Kades.

Ia berharap ada sinergi dengan pihak sekolah untuk melindungi anak-anak agar menjadi anak yang berkualitas. Ia juga menginformasikan tentang desa Rambitan yang sudah membentuk Lembaga Perlinduan Anak Desa (LPAD) dan PATBM sebagai wadah perlindungan anak dari korban kekerasan, Napza dan lainnya.(ddt.dp3ap2kb)

#dp3ap2kbntb
#ntbamandanberkah
#kotalayakanak
#ntbgemilang

Berbagi Kebaikan Melalui SOSMED

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *