SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PERLINDUNGAN ANAK PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA PROVINSI NTB.   JADILAH PELOPOR YANG MEMUTUS MATA RANTAI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK SEKARANG JUGA
Berita,  Bidang Perlindungan Anak (PA},  DP3AP2KB NTB

SMAN 9 Mataram Deklarasikan Diri sebagai Sekolah Ramah Anak

Mataram (18/12/2020) – Bersamaan dengan momen peringatan Hari Jadi Provinsi NTB ke 62, SMAN 9 Mataram mendeklarasikan sekolahnya sebagai Sekolah Ramah Anak (SRA). Kegiatan dikemas dalam acara temu anak dengan mengambil tema “Melalui Temu Anak, Kita Wujudkan Perlindungan Anak di Sekolah”.

“Kami berkomitmen menjadikan SMAN 9 sebagai sekolah ramah anak, kami sejak awal memiliki kemauan, mainset, fasilitas dan suasana yang nyaman demi terwujudnya pembelajaran yang menyenangkan,”sambut Nengah Istiqomah Kepala Sekolah SMAN 9.

“Di era pandemi Covid 19 saat ini kami aktif melakukan pembelajaran sesuai dengan kebijakan pusat dan tetap dengan protokol kesehatan, orang tua jangan cemas karena para guru berkomitmen mewujudkan pendidikan yang baik bagi para siswa.

“Anak senang guru tenang, orang tua bahagia, itulah motto SRA yang ingin kami wujudkan,”Ujar Nengah Istiqomah mengakhiri sambutannya.
Kepala Dinas P3AP2KB yang hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan rasa senangnya karena kegiatan tersebut merupakan ajang pembuktian SMAN 9 mampu mewujudkan SRA.

“Pada kesempatan ini saya ingin menekankan peran orang tua dalam menanamkan budi pekerti yang baik dikalangan siswa,”ujar Bunda Eny memulai wejangannya.

Selanjutnya Bunda Eny mengharapkan para siswa selalu mencium tangan dan mengucap salam kepada ayah bundanya sebelum berangkat sekolah, begitu juga saat pulang sekolah karena sikap tersebut mampu menumbuhkan budi pekerti yang baik pada siswa.

“Kehangatan dalam rumah tangga diawali dari teladan orang tua dalam menumbuhkan sikap terpuji pada anak-anak, jika itu dapat dijalankan KDRT tidak akan terjadi,”tambah Bunda Eny.

Bunda Eny juga menekankan pentingnya lembaga pemerhati anak yang mendukung perlindungan anak dengan aktifitas pendampingan kepada sasaran secara langsung di lapangan, hal tersebut sangat membantu pemerintah yang mempunyai keterbatasan.

Mengenai fasilitas sekolah ramah anak, Bunda Enya menunjuk posisi WC sekolah yang harus diletakkan di tempat yang mudah diawasi untuk mencegah terjadinya aksi yang tidak terpuji terhadap siswa.

Kegiatan dimeriahkan oleh Kak Denis dan Kak Ganefo dari Forum Anak Provinsi yang membawa suasana lebih meriah dengan mengajak hadirin bermain dan belajar. Kak Denis menjelaskan tentang 4 hak pokok anak, yaitu hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan dan hak partisipasi.

“Dengan Forum anak kita bisa bergaul dan bertemu dengan para pejabat untuk banyak belajar dan mendapatkan motivasi dan inspirasi,”ujar Kak Denis.

Acara ditutup dengan Deklarasi Sekolah Ramah Anak yang dibacakan oleh 2 orang siswa SMAN 9. Adapun Deklarasi Sekolah Ramah Anak adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan Keimanan, ketaqwaan dan akhlaq terpuji.
2. Mewujudkan sekolah yang aman, bersih, sehat, sehat dan hijau yang nyaman bagi perkembangan peserta didik.
3. Menciptakan sekolah bebas dari vandalism, kekerasan fisik dan non fisik
4. Menciptakan lingkungan sekolah bebas asap rokok, miras, napza, pornografi dan pornoaksi
5. Membangun suasana sekolah sebagai komunitas pembelajaran dan pengembangan diri yang menyenangkan dan menggembirakan.

Sebagai informasi, kegiatan temu anak tersebut melibatkan 60 peserta dari para siswa dan undangan dari beberapa Kepala Sekolah, perwakilan wali siswa, Lembaga pemerhati anak, OPD, pers dan Camat Selaparang.(ddt.dp3ap2kb)

#dp3ap2kbntb
#ntbamandanberkah
#sekolahramahanak
#ntbgemilang

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *