Berita,  Bidang Perlindungan Hak Perempuan,  DP3AP2KB NTB

Sekolah Perempuan, Mendidik Perempuan Memahami Haknya Untuk Berpartisipasi Dalam Pembangunan

Mataram (02/02/2021) – Sekolah Perempuan salah satu alternatif cara meningkatkan kapasitas perempuan agar berdaya guna dan mampu ambil bagian dalam pembangunan menuju NTB Gemilang.

Membangun Kemampuan dasar perempuan di perlukan metode khusus yang dapat menjangkau keberadaan mereka sesuai dengan situasi kondisi, sosial budaya dan norma yang ada di dalam masyarakatnya. Metode pengajaran sekolah perempuan tidak sama dengan sekolah formal, namun secara prinsip cara belajarnya sistematis, berkelanjutan , membangun Ide dan gagasan untuk kemajuan masyarakat khususnya perempuan rentan.

Sasaran Sekolah Perempuan adalah mereka yang rentan akibat korban tindak kekerasan termasuk korban Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO), Pekerja Migran Indonesia yang purna tugas. Mereka diutamakan yang bertindak sebagai kepala keluarga, dengan harapan mereka dapat mengambil peran dalam menentukan keputusan/kebijakan pembangunan di desa.

Menurut Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan Dinas P3AP2KB Provinsi NTB Hj. Erni Suryani, S.Sos.,M.M konsep Sekolah Perempuan dapat dijadikan model alternatif yang dapat menjadi program unggulan di Provinsi NTB menuju Visi NTB Gemiliang dan mendukung tercapainya Indonesia maju.

“Sekolah Perempuan mendidik para perempuan rentan untuk tampil percaya diri dan berani memperjuangkan hak-haknya,untuk itu kami menyiapkan para fasilitator yang berpengalaman dalam bidangnya, baik dari LSM maupun dari Instansi pemerintah terkait,”jelas Bunda Erny.

Sedangkan menurut Ketua Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra (LPSDM) Provinsi NTB Dra. Ririn Hayudiani, beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan TOT Edukator Sekolah Perempuan di masa Pandemi Covid 19 adalah metode pembelajaran dan harus tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Pada kegiatan peninjauan lapangan (PKL) harus dipersiapkan secara matang karena kita akan bertemu langsung dengan masyarakat, karena itu berisiko terjadi kontak langsung yang dapat menyebarkan Covid 19,”ujar Ririn.

Sesi pembelajaran yang rencananya akan dilakukan secara tatap muka itu harus mematuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan kebijakan pencegahan penularan Pandemi Covid 19 seperti memakai masker, menjaga jarak antar peserta dengan membatasi jumlah peserta dalam 1 ruangan serta menggunakan hand sanitizer.(desi.php)

#dp3ap2kbntb
#ntbamandanberkah
#ntbgemilang

Berbagi Kebaikan Melalui SOSMED

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *