Berita

Sekolah Perempuan Pelangi Berhasil membuka Cakrawala Berfikir Perempuan Desa

Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah
Tanjung (22/03/2021) – Sekolah Perempuan di Dusun Lokoq Buaq, Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara telah berhasil membuktikan kiprahnya mengubah perempuan-perempuan desa menjadi lebih berdaya.
Sekolah Perempuan mengubah peran perempuan tidak hanya berkutat seputar isu domestik urusan rumah tangga saja, melalui sekolah perempuan mengarahkan menjadi pribadi yang aktif terlibat dalam membangun ketahanan keluarga, terutama dalam masalah gender dalam pembangunan.
“Saya memandang Sekolah Perempuan sebagai masalah penting, karena sejalan dengan misi TP PKK yang ingin semua keluarga menjadi sejahtera, ibu sangat banyak peran dalam keluarga. Kalo ada sekolah perempuan bisa mencerdaskan dan memahami semua urusan dalam keluarga yang nantinya bisa membawa keluarganya kearah Keluarga yang Sejahtera,”ujar Bunda Niken Zulkieflimansyah mengawali sambutannya saat berkunjung di Dusun Lokoq Buaq Desa Sukadana.

“Alhamdulillah dampak sekolah perempuan sudah dirasakan oleh desa Sukadana yang telah masuk dalam kategori desa berkembang, Inshaa Alloh dimasa datang saya bisa datang lagi kesini menyaksikan desa Sukadana menjadi desa maju berkat sekolah perempuan, terimakasih saya sampaikan kepada para mitra yaitu LPSDM, MAMPU dan KAPAL yang telah memfasilitasi sekolah perempuan,”lanjutnya.
Sebagai catatan, Sekolah Perempuan “Pelangi” di Desa Sukadana di bentuk pada tanggal 22 Desember 2014 dengan kegiatan awal kelompok belajar komunitas (KBK) di 5 Dusun, saat ini beranggotakan 158 orang. Sekolah tersebut adalah bagian dari 46 sekolah perempuan yang ada di NTB, sedangkan penyebaran lainnya ada di 2 kabupaten yaitu Lombok Utara dan Lombok Timur. Kegiatan yang di lakukan antara lain: verifikasi dan perbaikan data Kartu Indonesia Sehat (KIS), sudah membantu 201 warga dalam membuat dan memperbaiki Kartu Indonesia Sehat. Sekolah Perempuan juga melakukan pengembangan livelihood melalui SP Mart yang menyediakan sembako dan di tingkat Kelompok Belajar Komunitas (KBK) mengembangkan usaha krupuk, sate ikan, bakulan, gula merah dan kripik.
Kemudian Bunda Niken mengkaitkan keberadaan Sekolah Perempuan di Sukadana dengan program kegiatan TP PKK.
“Kami di TP PKK punya banyak program seperti lingkungan,ekonomi, sosial dan kesehatan yang bisa memberdayakan keluarga, ini saya pikir banyak mendukung sekolah perempuan untuk membantu mengatasi masalah perempuan di desa, saya berharap ini menjadi model yang dapat ditularkan kepada desa-desa yang lain di NTB,”ujarnya.
Saya berharap Sekolah Perempuan sebagai jawaban atas maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan pernikahan anak, melalui sekolah perempuan semoga dapat melahirkan perempuan-perempuan yang tangguh, cerdas, dan mandiri, masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas perempuan yang melahirkanya,”pungkas Bunda Niken.(ddt.dp3ap2kb)

Berbagi Kebaikan Melalui SOSMED

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *