Praktek Baik Upaya Perlindungan Anak perlu di dokumentasikan

0 Comments

Mataram (20/05/2021) — Upaya perlindungan Anak sudah banyak dilakukan baik oleh pemerintah maupun lembaga. Praktek baik perlindungan anak di Provinsi Nusa Tenggara Barat harus didokumentasikan agar diketahui masyarakat dan dapat direplikasikan ditempat lain.
“Mudahan kita dapat memvisualisasikan dalam bentuk buku sehingga menjadi dokumen otentik yang menunjukkan karya kita, syukur-syukur dapat kita persembahkan pada HUT NTB tahun 2021,”ujar Bunda Eny.

Anja Kusuma dari KOMPAK mengamini usulan Bunda Eny dan mengusulkan adanya tema khusus yang diangkat supaya menarik untuk di baca.
Ririn Hayudiani dari Lembaga Pengembangan Sumberdaya Mitra (LPSDM) menambahkan saat ini sudah dilaksanakan berbagai pemberdayaan perempuan di 2 kabupaten yaitu Lombok Utara dan Lombok Timur, yaitu Musrenbang Perempuan, Sekolah Perempuan dan Pos Perempuan yang melakukan pendampingan perempuan dan upaya pencegahan perkawinan anak di lokasi bencana.

LPSDM juga menginisiasi adanya Radio Komunitas yang dikelola oleh Sekolah Perempuan yang menyiarkan topik-topik Pembelajaran Jarak Jauh, Berita Covid 19 yang harus berisi fakta dan data yg akurat.

Senada dengan Anja, Ucok dari LPA setuju ada tema yang diangkat untuk mendapatkan daya ungkit bagi penuntasan masalah perempuan dan anak, contohnya Penuntasan Adminduk dan Pencegahan Perkawinan Anak. Menurut Ucok gaya penulisan sebaiknya jangan menggunakan yang formal, resiko tidak dibaca orang, lebih baik ditulis dengan narasi cerita yang menarik.
Sebagai info pertemuan instansi dan lembaga perlindungan anak tersebut dilaksanakan di aula DP3AP2KB dihadiri 35 orang.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *