SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PERLINDUNGAN ANAK PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA PROVINSI NTB.   JADILAH PELOPOR YANG MEMUTUS MATA RANTAI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK SEKARANG JUGA
Berita,  Bidang Perlindungan Anak (PA}

Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik dan Terintegratif, Wujudkan Generasi Berkualitas dan Berdaya Saing

Siaran Pers Nomor: B- 207/SETMEN/HM.02.04/06/2021
Tahap usia dini merupakan periode utama dan pertama, serta penting dalam siklus kehidupan manusia yang harus mendapat perhatian besar dari pemerintah, masyarakat dan keluarga. Oleh karenanya, Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD) secara holistik dan integratif merupakan upaya pemerintah dalam mengembangkan SDM berkualitas, berdaya saing dan berkelanjutan sesuai dengan arahan presiden yang tertuai dalam RPJMN 2020-2024.
“Peningkatan impelementasi PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) ini sejalan dengan upaya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dalam mewujudkan Indonesia Layak Anak 2030 dan Generasi Emas Indonesia 2045. Saya harap dengan adanya Rancangan Aksi Nasional ini kita dapat membangun kekuatan bersama dengan seluruh stakeholder yang terlibat baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dinas PPPA, PPKB (Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana), Posyandu, BKB (Bina Keluarga Balita), satuan PAUD, masyarakat, hingga orang tua utuk memberikan perlindungan, pengasuhan dan kesejahteraan pada anak usia dini,” tutur Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga pada acara Peluncuran Rencana Aksi Nasional (RAN) PAUD HI 2020-2024.
Menteri Bintang sebagai Ketua Bidang Perlindungan, Pengasuhan dan Kesejahteraan Anak Usia Dini Sub Gugus Tugas PAUD HI Nasional, mengapresiasi peluncuran Rencana Aksi Nasional yang diinisasi Kementerian Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) sebagai salah satu upaya peningkatan implementasi PAUD.
Menteri Bintang juga menambahkan pentingnya implementasi PAUD HI kepada anak usia dini, mengingat anak merupakan aset bangsa yang akan berperan sebagai penerus bangsa. Oleh karenanya, anak wajib mendapat mendapatkan hak dasar dan perlindungan dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi demi mewujudkan generasi berkualitas dan berdaya saing sesuai dengan program prioritas arahan presiden.
Sejalan dengan itu, Menteri Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Nadiem Makarim juga menekankan pentingnya empat elemen dari layanan PAUD berkualitas, diantaranya: (1) Kualitas pembelajaran yang mengembangkan aspek sosial, emosional, kognitif dan motorik; (2) Kemitraan orang tua dalam pembelajaran yang bersinergi dengan PAUD; (3) Pemantauan kebutuhan esensial anak usia dini yang bermitra dengan BKB, posyandu dan PKK; (4) Kepemimpinan dan pengelolaan sumber daya yang baik dengan mendorong ragam kerangka regulasi dan peningkatan kapasitas pendidik.
Dari aspek kesehatan, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin juga menerangkan pentingnya pemenuhan aspek fisik bagi anak usia dini, diantara: (1) Pemenuhan kebutuhan nutrisi; (2) Pelayanan kesehatan dan kebutuhan dasar; (3) Stimulasi sensorik, motorik dan kognitif; (4) Serta pentingnya memperhatikan lingkungan sehat, baik fisik maupun non fisik.
“Kemenkes berkomitmen untuk terus mengupayakan pemenuhan hak dasar anak agar dapat terwujud sehat fisik, mental dan bertumbuh kembang secara optimal. Saya menghimbau Dinas Kesehatan provinsi, kabupaten/kota dan seluruh puskemas agar bersinergi dengan lintas sektor terkait seperti Bunda PAUD dalam pemenuhan hak-hak anak usia dini melalui holistik intergratf,” ucap Menteri Budi.
Melanjutkan hal tersebut, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo menerangkan bahwa BKKBN akan turut berkomitmen melalui Bina Keluarga Balita (BKB) yang menjadi wadah baik untuk pembinaan moral, emosiaonal dan pengasuhan sehingga anak dapat tumbuh berkembang optimal. Hasto juga berharap keterlibatan semua pihak untuk membangun BKB dan PAUD HI khususnya di masa pandemi, sehingga dapat menghidupkan kembali kegiatan PAUD yangg bersifat integratif dan holistik.
Dalam acara tersebut turut hadir Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Puan Maharani sebagai Menteri Kemenko PMK periode 2014-2019 yang turut andil dalam layanan usia dini. Puan menjelaskan pentingnya implementasi PAUD untuk anak usia dini karena mampu membawa dampak besar, salah satunya pada kesiapan anak bersekolah, mengurangi angka putus sekolah jenjang pendidikan dasar dan angka buta huruf.
“Semoga gugus tugas PAUD Holistik Integratif benar-benar dapat memantau langkah setiap pelaksanakan Rencana Aksi Nasional ini. Harus diperhatikan secara detil pelaksanakan, dipantau terus pencapaian targetnya dan segera dirumuskan solusinya jika ada hambatan dilapangan. Terlalu besar resikonya bagi tumbuh kembang anak-anak Indonesia jika rencana ini hanya dipandang sebelah mata. Mari begotong royong membuat anak Indonesia tersenyum bahagia, sehingga mereka dapat menjadi anak-anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia dan sejahtera,” ucap Puan.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK, Femmy Eka Kartika Putri menambahkan peluncuran Rencana Aksi Nasional PAUD HI merupakan momen penting untuk mendorong terwujudnya perubahan layanan anak usia dini yang sinergis dan berkelanjutan. Diharapkan anak Indonesia bisa tumbuh sehat, cerdas, ceria, berakhlak mula dan sejahtera, serta dapat membawa perubahan mendasar pada layanan publik untuk dapat efektif dikordinasikan oleh pemangku kepemimpinan terkait.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *