Bang Zulkieflimansyah Tentang JOKI CILIK di NTB

Persoalan Joki Cilik dan Pacuan Kuda di NTB kelihatannya sederhana, tapi sesungguhnya tidak semudah yg dibayangkan para pembela hak-hak anak-anak. Butuh waktu dan kesabaran utk menata dan merubahnya..
Pacuan Kuda dgn Joki Cilik sdh membudaya dan jadi tradisi turun temurun yg usianya puluhan bahkan ratusan tahun. Jadi kalau melarang penggunaan Joki Cilik dalam pacuan Kuda tradisional sama dgn menodai dan mengganggu tradisi. Terlalu vulgar dan demonstratif melarang Joki cilik maka kita akan berhadapan dgn perlawanan ‘kultural’ yg serius dan tidak mudah..
Di sisi lain, bagi mereka yg paham betul pendidikan dan hak-hak anak tentu punya pembelaan utk melarang. Anak-anak yang mestinya bermain dan belajar di usia nya yg belia tak boleh menyabung nyawa di atas kuda apalagi di eksploitasi atas nama hoby dan tradisi. Saya pribadi termasuk pada posisi yg kedua ini. Saya terus terang tidak setuju daerah-daerah kita menggunakan Joki Cilik ini ke depan. Anak-anak kita sudah saatnya tidak boleh jadi korban atas nama tradisi dll.

Tapi merubah drastis atau melarang tradisi Joki Cilik ini bisa juga berbahaya. Karna masyarakat akan diam-diam tetap melaksanakan kegiatan pacuan kuda dengan Joki Cilik. Bahaya karna fasilitas kesehatan dan keamanan akan minim bahkan tidak ada..
Lalu solusinya seperti apa?
Harus mulai mengarah ke Joki Besar sesuai standard PORDASI (Persatuan Olah Raga Berkuda Seluruh Indonesia). Dan ini perlu waktu dan kita sdh mulai berubah ke arah sana. Di beberapa pacuan kuda terakhir sdh ada aturan Joki tak boleh lagi terlalu kecil. Minimal 12 tahun dan safety nya tidak main-main.
Apalagi kalau yg berlaga sekarang sdh banyak kuda2 besar dan kuda-kuda besar ini tidak mungkin pakai Joki kecil lagi. Tapi kalau utk kuda2 kelas TK A, TK B, OA dan OB mungkin Joki kecil masih oke lah karna memang kuda-kuda nya kecil-kecil dan relatif tidak berbahaya. Lagian kuda-kuda kecil ini nggak bisa juga ditunggangi orang yg besar. Walau tidak berbahaya tetap safety harus maksimal.
Dan saya sudah usulkan ke Ketua Pordasi NTB utk mulai membuat sirkuit standar Nasional yang larinya belok kanan dengan menggunakan kuda kelas besar sesuai aturan pordasi. Kalau ini di lakukan maka penggunaan Joki Kecil akan berkurang bahkan tidak ada lagi. (Zulkieflimansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.