Lombok Barat Canangkan 10 Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

Sesaot, 20/07/2022 –Kabupaten Lombok Barat mendeklarasikan 10 Desa Model Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA untuk mewujudkan pembangunan yang setara, adil dan merata.
Pada kesempatan ini, Kepala DP3AP2KB Provinsi NTB, Dra. T. Wismaningsih Drajadiah mengapresiasi pemerintah kabupaten Lombok Barat atas kemandiriannya sehingga menjadi contoh bagi kabupaten lain dalam mewujudkan DRPPA yang menjadi indikator menuju Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

“Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak merupakan desa yang mengintegrasikan perspektif gender dan pembangunan hak anak dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan desa,”tutur Bunda Wisma.
“Partisipasi perempuan dan anak di dalam pembangunan desa sangat diharapkan bisa menjawab isu terkait pembangunan kemanusian seprti IPM, stunting dan masalah kemiskinan,” Ungkap Bunda Wisma.
Selanjutnya dijelaskan Bunda Wisma, lewat DRPPA ini dapat mereduksi kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pemerintah provinsi saat ini sedang mencoba merintis untuk memberikan penghargaan terhadap desa-desa yang turun kasus kekerasan terhadap perempuan dan dan anak serta perkawinan anak.
Sementara, Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Sumiatun menyampaikan bahwa desa harus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakatnya, terutama untuk perempuan dan anak.
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Kabupaten Lombok Barat telah menunjuk 10 desa model DRPPA.
Keberhasilan DRPPA dapat diukur melalui indikator kelembagaan yang terdiri dari pengorganisasian perempuan dan anak, tersedianya data terpilah terkait perempuan dan anak, tersedianya Perdes tentang DRPPA serta adanya pembiayaan dari desa serta pendayagunaan aset desa.
“Pada momen ini saya berharap agar penerapan DRPPA ini tidak hanya di 10 model desa yang dicanangkan pada hari ini, saya minta kepada semua kepala desa untuk dapat mengikuti dan menerapkan DRPPA di desa masing-masing,”pinta Hj. Sumiatun.
Di akhir arahannya, wakil bupati yang biasa disapa Ummi Atun tidak lupa untuk berpantun.
“Beli duren di Surabaya, beli alpukat di Pengantap, bila perempuan sudah berdaya, Lombok Barat semakin mantap.”
“Buah cermai di desa Pakuan, Desa Pakuan desa adat, Dunia damai karena perempuan, sebab perempuan sumber daya hebat”.tutupnya.[dod.dp3ap2kb]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *