PAACLA Target Tahun 2025 Pekerja Anak di Indonesia Turun Signifikan

Indonesia dikenal sebagai negara agraris. Sekitar 40 persen atau lebih dari seratus juta orang bergantung pada hasil pertanian. Dalam rencana pembangnan jangka menengah nasional 2020-2024, sektor pertanian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkualitas di Indonesiaselama lima tahun ke depan. Pertumbuhan ekonomi sektor pertanian nasional diperkirakan akan meningkat menjadi 5,7-6,0 persen per tahun, didorong oleh peningkatan produktivitas, investasi yang berkelanjutan, pasar tenaga kerja, dan kualitas sumber daya manusia.

PAACLA (Partnership for Action Against Child Labour in Agriculture) Indonesia sebagai sebuah organisasi yang berbasis kemitraan, dalam penyelenggaraan untuk penanggulangan pekerja anak di Indonesia. Memasuki usia yang keempat tahun PAACLA mengadakan rapat tahunan dalam upaya penanggulangan pekerja anak terutama di sektor pertanian.
Rapat tahunan PAACLA melalu program KESEMPATAN (Kemitraan Strategis untuk Menanggulangi Pekerja Anak Mertanian) di dukung Kementerian PPN/Bapenas, Kementerian Tenaga Kerja, KPPPA , Kementerian Pertanian, Jarak dan di support oleh eclt foundatioan menghadirkan anggota PAACLA Indonesia tingkat nasional dan regional salah satunya Yayasan SAMIN (Sekretariat Anak Merdeka Indonesia) Yogyakarta , perwakilan perusahaan sektor pertanian dan pemangku kepentingan nasional dan regional propinsi NTB di Hotel Santika Mataran Nusa Tenggara Barat (NTB), 28-29 September 2022.

Hadir dalam pembukaan Mahatmi P. Saronto selaku Direktur Ketenagakerjaan BAPPENAS dan juga koordinator nasional PAACLA Indonesia, Ciput Eka Purwanti Asisten Deputi Perlindungan Khusus Anak dan Kekerasan KPPPA, dan dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A Asisten III Sekda Provinsi NTB dan Kepala DP3AP2KB NTB.

Mahatmi P. Saronto, mengatakan kunci keberhasilan adalah kemitraan, tidak dapat pemerintah berjalan sendiri, bekerja bersama dari perusahaan, perwakilan buruh, organisasi masyarakat sipil, pemerintah untukmengeliminasi pekerja anak dengan target tahun 2025 pekerja anak di Indonesia dapat turun secara signifikan.
” Berdasarkan data BPS 2019 Tahun 2010-2019 ada penurunan pekerja anak 7,8 juta jiwa berusia 15-17 tahun dan tahun 2020-2021 ada peningkatan 5,7 juta jiwa. Kita tidakdapat mengatakan 0% pekerja anak, ” terangnya dalam pembukaan rapat tahunan Paacla Indonesia di Hotel Santika Mataram-NTB.
Sebagian besar pekerja anak di sektor pertanian berada di pedesaan, sedangkan di perkotaan sebagian besar di sektor manufaktur. Melalui refleksi dan pengembangan strategi yang lebih lebih inovatif dan adaptif dengan tetap mempertimbangkan karakteristik masing-masing anggotanya. pengembangan strategi ini dilakukan untuk penguatan kelembagaan, penyusunan program kerja serta pencapaian indikator bersama.
Sementara itu Misran Lubis pejabat sementara dari JARAK, masyarakat harus terlibat dan bersuara mengawasi pekerja anak di pertanian atau sektor lainnya karena akan mengganggu tumbuh kembang anak. Pelaksanaan kedepannya setelah tahun 2022 memperkuat kemitraan baik tingkat nasional dan desa/kelurahan. Ujung tombak harus berdampak di desa. Terintergrasi regulasi dari pusat hingga desa. Semua aksi memberikan kontribusi penting bagi Indonesia tanpa pekerja anak.
“Kolaborasi penangualangan pekerja anak tingkat nasional dan regioonal harus berjalan baik. Paacla Indonesia sangat strategis sebagai pusat sinergi penanggulangan pekerja juga menjadi pusat data dan informasi pekerja anak di sektor pertanian,” terangnya.
Selain refleksi dan rapat tahunan, kegiatan lain adalah kunjungan ke desa lokasi Program KESEMPATAN di desa Borok Toyang Kecamatan Sakra Barat, Kab. Lombok Timur-Nusa Tenggara Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.